Ukiran Batu-Batu Kuno yang Mengungkap Jejak Peradaban Hilang Di Gurun Nafud
Jakarta — Penemuan jejak baru di Gurun Nafud, Arab Saudi, Para arkeolog menemukan 176 ukiran batu berusia antara 12.800 hingga 11.400 tahun yang lalu, tersebar di tepi selatan Gurun Nafud, menunjukkan jejak manusia yang hidup saat sumber air musiman muncul kembali.
Hidup Ketika Air Ada di Tengah Gurun
Peneliti dari sejumlah institusi internasional—antara lain Griffith University, Max Planck Institute for Geoanthropology, dan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)—melakukan pengukuran bahwa pemukiman manusia kuno memanfaatkan waktu ketika air tersedia di gurun untuk menetap dan membuat karya seni batu.
Kehadiran air musiman ini sangat penting karena memungkinkan keberadaan hewan buruan, vegetasi, serta kebutuhan manusia untuk bertahan hidup—yang secara alami memungkinkan munculnya aktivitas manusia seperti berburu dan menggambar ukiran batu.
Jejak Ukiran Kuno yang Menakjubkan
Ukiran-ukiran batu tersebut berupa gambar hewan dan manusia: antara lain unta, kambing liar (ibex), kuda liar, rusa, serta aurochs (nenek moyang sapi ternak).khususnya Gambar unta tampak dibuat secara detail, lengkap punuk, ekor, garis leher—menunjukkan keterampilan artistik yang tinggi.
Lokasi Penemuan Lapangan
Penemuan di tepi selatan Gurun Nafud—wilayah yang saat ini padang pasir besar namun pada masanya lebih bersahabat karena air musiman hadir. Tim peneliti mencatat bahwa lingkungan ini saat itu memiliki kondisi semi-kering hingga kering, namun air cukup untuk menopang komunitas manusia sementara.
Kekerabatan dengan Masyarakat Levant?
Selain ukiran batu, artefak lain juga ditemukan: mata batu Al Khiam dan Helwan (yang khas Levant, kawasan Suriah/Israel/Jordan), pigmen hijau, dan manik-manik dari kerang dentalium—semua menunjukkan bahwa meskipun masyarakat ini unik, mereka kemungkinan memiliki kontak jauh atau jaringan dengan masyarakat Neolitik di Levant.
Namun peneliti menegaskan bahwa kedekatan artefak bukan berarti identitas yang sama:
“Bentuk ekspresi simbolis yang unik ini merupakan bagian dari identitas budaya yang unik dan beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan yang menantang dan gersang.” – Dr. Faisal Al-Jibreen, Komisi Warisan Budaya Arab Saudi.
Arti Besar Penemuan Ini
Penanggalan lebih banyak titik ukiran untuk memahami rentang waktu dan koridor aktivitas manusia.
Studi lingkungan paleoklimat untuk memahami kapan dan berapa lama periode air musiman hadir di gurun.
Kolaborasi internasional untuk pemulihan dan konservasi situs agar tidak rusak oleh erosi, manusia, atau pembangunan.
Kesimpulan
Penemuan 176 ukiran batu kuno di Gurun Nafud mengajak kita untuk melihat ulang sejarah manusia—bahwa peradaban manusia pernah bertahan, berkreasi, dan meninggalkan jejak di wilayah yang sekarang tampak sunyi.

