Telat Bangun Sahur dan Hanya Minum Air Putih? Dokter Jelaskan Dampaknya bagi Tubuh
Banyak orang yang menjalankan ibadah puasa terkadang terlambat bangun untuk sahur sehingga hanya sempat minum air putih sebelum waktu imsak. Meski terlihat sepele, kebiasaan tersebut ternyata dapat berdampak pada kondisi tubuh selama menjalani puasa.
Dokter spesialis penyakit dalam Aru Ariadno menjelaskan bahwa sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi dan metabolisme tubuh saat berpuasa. Karena itu, ia tidak menyarankan seseorang hanya mengandalkan air putih tanpa mengonsumsi makanan ketika sahur.
Menurutnya, tubuh membutuhkan asupan kalori dan nutrisi untuk mendukung aktivitas sepanjang hari. Tanpa makanan saat sahur, tubuh berpotensi mengalami kekurangan energi sehingga mudah lemas saat menjalani puasa.
Perut Kosong Terlalu Lama
Dokter Aru menjelaskan bahwa jika seseorang terakhir makan pada malam hari, misalnya sekitar pukul 21.00, lalu saat sahur hanya minum air putih tanpa makan, maka lambung akan berada dalam kondisi kosong dalam waktu yang cukup lama.
Dalam kondisi tersebut, perut bisa kosong selama lebih dari 12 jam hingga akhirnya menerima makanan kembali saat berbuka puasa. Kondisi ini dapat memicu beberapa gangguan pada tubuh, terutama pada sistem pencernaan.
Selain itu, perut yang kosong dalam waktu lama juga dapat menyebabkan tubuh lebih cepat merasa lemas saat berpuasa. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Tubuh Tetap Membutuhkan Energi
Selama menjalankan puasa, tubuh tetap melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, atau berolahraga ringan. Semua aktivitas tersebut membutuhkan energi yang diperoleh dari makanan.
Jika seseorang hanya minum air putih saat sahur, tubuh tidak memperoleh kalori yang dibutuhkan. Akibatnya, energi tubuh cepat menurun dan rasa lelah bisa muncul lebih awal.
Karena itu, dokter menyarankan agar seseorang tetap mengusahakan makan sahur meskipun dalam porsi sederhana. Asupan nutrisi tetap penting agar tubuh mampu menjalani puasa dengan kondisi yang lebih stabil.
Perhatikan Jenis Makanan Saat Sahur
Selain tidak melewatkan sahur, pemilihan jenis makanan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Beberapa jenis makanan dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama selama berpuasa.
Dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kombinasi karbohidrat, protein, serta serat. Kandungan tersebut dapat membantu menjaga energi tubuh lebih lama selama puasa.
Sebaliknya, makanan yang terlalu manis sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan saat sahur. Makanan dengan kadar gula tinggi dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lapar karena gula mudah diserap oleh tubuh.
Dengan memilih makanan yang tepat, tubuh dapat memiliki cadangan energi yang cukup hingga waktu berbuka puasa.
Sahur Penting untuk Menjaga Stamina
Sahur bukan sekadar kebiasaan selama Ramadan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa. Asupan makanan saat sahur berfungsi sebagai sumber energi yang membantu tubuh bertahan selama berjam-jam tanpa makan dan minum.
Tanpa sahur, tubuh dapat mengalami penurunan energi lebih cepat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, produktivitas, serta daya tahan tubuh selama menjalani aktivitas harian.
Para ahli kesehatan juga menekankan bahwa sahur membantu menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Dengan asupan nutrisi yang cukup, tubuh dapat menjalani puasa dengan kondisi yang lebih baik.
Tetap Usahakan Sahur Meski Sederhana
Bagi orang yang terlambat bangun sahur, dokter menyarankan agar tetap mencoba mengonsumsi makanan meskipun dalam jumlah kecil. Misalnya dengan mengonsumsi roti, buah, telur, atau makanan sederhana lainnya yang dapat memberikan energi.
Minum air putih tetap penting untuk menjaga hidrasi tubuh, tetapi air putih saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat berpuasa.
Karena itu, sahur sebaiknya tidak dilewatkan agar tubuh tetap memiliki energi dan mampu menjalani puasa dengan lebih nyaman sepanjang hari.

