Fakta vs Mitos: Benarkah Konsumsi Vitamin C Berlebihan Bisa Merusak Ginjal atau Berbahaya?
JAKARTA, 21 November 2025 ā Vitamin C, atau asam askorbat, telah lama dipuja sebagai “superhero” nutrisi. Sering dikonsumsi dalam dosis tinggi, terutama saat musim flu atau untuk tujuan kecantikan, banyak orang meyakini bahwa semakin banyak Vitamin C yang dikonsumsi, semakin baik dampaknya bagi tubuh. Namun, keyakinan ini menimbulkan kekhawatiran: apakah ada batas aman? Dan benarkah konsumsi Vitamin C berlebihan secara rutin dapat menyebabkan batu ginjal atau masalah kesehatan serius lainnya?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat bagaimana tubuh memproses vitamin yang larut dalam air ini. Konsensus ilmiah menunjukkan bahwa risiko keracunan Vitamin C sangat rendah, tetapi bukan berarti konsumsi berlebihan tidak menimbulkan efek samping. Berikut adalah analisis Fakta vs Mitos seputar Vitamin C.
Mitos 1: Vitamin C Berlebihan Pasti Merusak Ginjal dan Menyebabkan Batu Ginjal
FAKTA: Kerusakan ginjal langsung akibat Vitamin C berlebihan sangat jarang terjadi pada orang sehat. Namun, ada risiko peningkatan pembentukan batu ginjal pada kelompok yang rentan.
Poin Krusial: Proses Oksalat dan Kelompok Rentan.
Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air (water-soluble). Ini berarti, ketika Anda mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan tubuh (biasanya di atas 200 mg per hari), kelebihan tersebut akan dikeluarkan melalui urine. Ginjal, organ penyaring, melakukan tugas ini secara efisien.
Namun, Vitamin C dimetabolisme menjadi senyawa yang disebut oksalat. Oksalat berlebihan di dalam tubuh dapat berikatan dengan kalsium, membentuk Kalsium Oksalat, yang merupakan jenis batu ginjal yang paling umum.
- Risiko Rendah pada Orang Sehat: Pada orang yang memiliki fungsi ginjal normal dan minum air yang cukup, kelebihan oksalat umumnya terbuang tanpa masalah.
- Risiko Tinggi pada Kelompok Rentan: Risiko batu ginjal meningkat signifikan pada individu yang sudah memiliki riwayat batu ginjal berulang, atau mereka yang memiliki gangguan ginjal bawaan. Bagi kelompok ini, dosis tinggi (di atas 1000 mg/hari) dapat meningkatkan risiko secara nyata.
Jadi, Vitamin C berlebihan tidak pasti merusak ginjal, tetapi bagi mereka yang sudah memiliki sejarah masalah ginjal, dosis tinggi harus dihindari.
Mitos 2: Mengonsumsi Ribuan Miligram Vitamin C Tidak Menyebabkan Efek Samping Apapun
FAKTA: Meskipun keracunan fatal Vitamin C hampir mustahil, dosis yang sangat tinggi (di atas 2000 mg per hari) dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Dosis tinggi Vitamin C dapat menciptakan kondisi asam di saluran pencernaan, menyebabkan:
- Diare: Ini adalah efek samping paling umum karena Vitamin C yang tidak terserap menarik air ke dalam usus.
- Kembung dan Mual: Peningkatan keasaman lambung dapat memicu sensasi mual dan kembung.
Efek samping ini biasanya hilang setelah dosis dikurangi. Gejala ini seringkali menjadi mekanisme alami tubuh untuk memberi sinyal bahwa asupan sudah melampaui batas toleransi usus. Batas asupan atas (Upper Limit/UL) yang direkomendasikan secara umum adalah 2000 mg (2 gram) per hari untuk orang dewasa.
Fakta Ilmiah: Fokus pada Keseimbangan dan Sumber Alami
Manfaat utama Vitamin C berasal dari perannya sebagai antioksidan, yang membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, serta perannya dalam produksi kolagen dan penyerapan zat besi. Namun, tubuh hanya dapat menyerap Vitamin C dalam jumlah terbatas pada satu waktu. Mengonsumsi dosis 500 mg setiap beberapa jam mungkin lebih efektif daripada menenggak 5000 mg sekaligus.
Kesimpulan Ilmiah: Konsumsi Vitamin C berlebihan (di atas 2000 mg) umumnya hanya menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dan tidak menyebabkan penyakit serius pada orang sehat. Namun, mitos bahwa “lebih banyak selalu lebih baik” harus dihilangkan. Fokus seharusnya beralih ke keseimbangan, mendapatkan asupan dari sumber alami seperti buah dan sayur, dan menghindari dosis sangat tinggi (di atas UL) jika Anda memiliki riwayat masalah ginjal.
Related KeywordsVitamin C berlebihan, batu ginjal, asam askorbat, oksalat, batas aman vitamin c, efek samping suplemen, vitamin larut air
