šŸ„ Kesehatan

Minum Susu di Malam Hari dan Pengaruhnya pada Gula Darah: Apa Kata Ahli?

Jakarta, Indonesia — Minum susu di malam hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks dan mendukung tidur. Namun, pertanyaan penting muncul: apakah kebiasaan ini aman untuk kadar gula darah, khususnya bagi orang yang peduli dengan kondisi metabolik seperti diabetes? Artikel ini mengulas informasi ilmiah dan rekomendasi nutrisi sehingga kamu bisa memahami hubungan antara susu malam dan gula darah secara lebih jelas.


Susu dan Komposisi Gula Alaminya

Susu sapi mengandung gula alami yang disebut lactose. Lactose ini terdiri dari glukosa dan galaktosa, yang tubuh cerna secara bertahap sehingga melepaskan glukosa ke aliran darah lebih lambat dibanding minuman manis atau minuman dengan gula tambahan. Karena itulah susu murni memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis seperti minuman bergula tinggi.

Nutrisi susu juga menyediakan protein, kalsium, vitamin B12, vitamin D, dan mineral penting lainnya yang mendukung kesehatan tulang, fungsi otot, dan metabolisme tubuh.


Apakah Susu Aman Dikonsumsi Malam Hari untuk Gula Darah?

Ahli nutrisi mencatat bahwa minum susu pada malam hari dapat aman bagi banyak orang, asalkan kamu memilih jenis susu yang tepat dan tidak menambahkan gula berlebih. Susu tanpa pemanis atau susu rendah gula cenderung memberikan efek glukosa yang lebih stabil setelah dikonsumsi, dibandingkan susu berperisa yang ditambah gula atau sirup manis.

Jika kamu mengelola gula darah atau memiliki diabetes, beberapa hal perlu diperhatikan:

  • Pilih susu tanpa tambahan gula. Susu murni atau susu yang diformulasikan untuk penderita diabetes punya indeks glikemik yang lebih rendah dan karbohidrat lebih terkontrol.
  • Perhatikan porsi. Konsumsi sekitar 200 ml atau sesuai saran tenaga kesehatan bisa membantu menjaga kadar gula tetap stabil tanpa lonjakan berlebihan.
  • Hindari susu berperisa manis (seperti cokelat atau stroberi) sebelum tidur, karena gula tambahan dapat mempercepat masuknya karbohidrat dan berpotensi menaikkan kadar gula darah lebih tajam.

Menurut panduan dari beberapa ahli, seperti yang dijelaskan dalam artikel Times of India, lactose dalam susu dilepaskan secara perlahan ke darah, sehingga membantu memberikan energi dan kontrol gula lebih stabil dibanding minuman bergula tinggi.


Manfaat Susu di Malam Hari

Konsumsi susu pada malam hari tidak hanya tentang gula darah. Susu juga memberikan beberapa manfaat lain:

  • Mendukung tidur yang lebih berkualitas karena mengandung tryptophan, asam amino yang membantu produksi hormon serotonin dan melatonin yang penting dalam regulasi ritme tidur.
  • Memberi asupan kalsium dan protein yang penting untuk kesehatan tulang dan pemulihan otot setelah aktivitas sehari.
  • Membantu stabilisasi energi saat tubuh sedang beristirahat, yang bisa membantu mencegah rasa lapar di malam hari dan menjaga kadar gula tetap seimbang.

Namun, beberapa ahli juga mengingatkan bahwa tidak semua orang merespons susu di malam hari dengan cara yang sama. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan terhadap susu, konsumsi susu sebelum tidur bisa menyebabkan tidak nyaman seperti kembung atau gas.


Tips Aman Minum Susu di Malam Hari

Berikut strategi yang bisa membantu kamu mendapat manfaat tanpa risiko terhadap gula darah:

  • Minum susu 1–3 jam setelah makan malam, bukan tepat sebelum tidur, untuk memberi waktu tubuh mencerna nutrisi dengan baik.
  • Pilih susu tanpa gula tambahan atau susu khusus untuk diet diabetes agar gula darah lebih mudah dikontrol.
  • Perhatikan respon tubuhmu sendiri. Jika gula darah sering naik tajam setelah susu, pertimbangkan variasi jenis susu (misalnya susu skim atau susu non-dairy tanpa gula).

Kesimpulan

Minum susu di malam hari bisa aman bagi kebanyakan orang, termasuk mereka yang berhati-hati terhadap gula darah, asalkan kamu memilih susu tanpa tambahan gula dan memperhatikan porsi yang dikonsumsi. Lactose dalam susu dilepaskan secara bertahap, sehingga cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah dramatik seperti minuman manis atau berperasa. Namun, jika memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau intoleransi laktosa, konsultasikan pilihan susu terbaik dengan tenaga kesehatan profesional sebelum menjadikannya rutinitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *