Deodoran Bisa Picu Kanker Payudara, Mitos Atau Fakta? Ini Kata Dokter!
Jakarta, kilasnews.id – Isu mengenai deodoran yang digadang-gadang dapat memicu kanker payudara sudah lama beredar di masyarakat.
Tidak sedikit pula orang yang merasa ragu menggunakan produk ini sehari-hari. Lalu, betulkah deodoran bisa mengakibatkan kanker payudara?
*Respon Langsung Dari Dokter
Ramaianya isu ini langsung dapat sorotan dari Dr. Ekles menegaskan bahwa, kabar tersebut cuma mitos.
Sejauh ini, belum ada penelitian resmi yang menunjukkan adanya hubungan antara pemakai deodoran dengan meningkatnya risiko kanker payudara.
“Kenapa bisa mitos? Karena memang beberapa juga penelitian memang tidak ada hubungan secara resmi bahwa antara deodoran menyebabkan kanker,” papar dr. Ekles.
Jadi, pemakai deodoran masih tergolong aman selama di pilih dan digunakan dengan bijak.
Munculnya isu ini tidak lepas dari kandungan tertentu pada produk antiperspiran, terutama aluminium.
“Cuma memang ada mitos atau ada mungkin beredar kabar seperti itu karena deodoran sebagai antipespiran mengandung aluminium, yang diduga efeknya sama dengan hormon estrogen,” ucapnya.
*Tidak Terbukti Secara Ilmiah
Padahal, terungkap bahwa hormon estrogen memang dapat merangsang pertumbuhan sel payudara dan berhubungan dengan risiko kanker. Namun, dugaan bahwa aluminium dalam deodoran bekerja seperti estrogen ternyata tidak terbukti secara ilmiah.

