Fakta vs Mitos

Fakta vs Mitos: Benarkah Sering Minum Kopi Bikin Jantung Lemah?

JAKARTA, kilasjurnal.id – Bagi sebagian orang, pagi hari belum dimulai tanpa secangkir kopi hitam. Namun, bagi sebagian lainnya, kopi adalah minuman “terlarang” yang harus dihindari. Alasannya klasik: “Jangan minum kopi, nanti jantungnya lemah!”

Anggapan ini muncul karena efek instan yang sering dirasakan setelah menyeruput kopi: dada terasa berdebar kencang (dag-dig-dug) dan tangan sedikit gemetar. Namun, apakah sensasi tersebut benar-benar tanda bahwa organ jantung Anda menjadi lemah atau rusak?

Mari kita luruskan fakta medisnya agar Anda tidak terjebak dalam mitos yang salah kaprah.

Sensasi Berdebar Bukan Berarti “Lemah”

Fakta pertama yang harus dipahami adalah perbedaan antara stimulasi dan kerusakan.

Kopi mengandung kafein, zat stimulan alami yang bekerja pada sistem saraf pusat. Saat kafein masuk ke aliran darah, ia memicu pelepasan hormon adrenalin. Hormon inilah yang membuat jantung berdetak sedikit lebih cepat dan kuat.

Dalam istilah medis, sensasi ini disebut palpitasi. Bagi orang yang sehat, palpitasi akibat kafein bersifat sementara dan tidak berbahaya. Jantung Anda hanya sedang “berolahraga” ringan karena efek stimulan, bukan karena fungsinya melemah atau rusak. Begitu efek kafein hilang, detak jantung akan kembali normal.

Fakta Mengejutkan: Kopi Justru Melindungi Jantung?

Alih-alih melemahkan, berbagai penelitian modern justru menunjukkan hasil yang sebaliknya.

Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar (2–3 cangkir sehari) justru dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung.

Kopi kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang dapat mengurangi peradaban dalam tubuh. Jadi, narasi bahwa kopi secara langsung menyebabkan penyakit jantung lemah (kardiomiopati) pada orang sehat adalah MITOS.

Kapan Kopi Menjadi Berbahaya?

Meski kopi aman bagi mayoritas orang, ada kondisi tertentu di mana Anda memang harus membatasinya. Kopi bisa menjadi bumerang jika:

  1. Anda Memiliki Gangguan Irama Jantung (Aritmia): Pada penderita aritmia, lonjakan adrenalin dari kafein bisa memicu detak jantung yang tidak teratur.
  2. Hipertensi Tak Terkontrol: Kafein dapat menaikkan tekanan darah dalam jangka pendek.
  3. Genetik “Slow Metabolizer”: Sebagian orang memiliki gen yang membuat tubuhnya lambat memecah kafein. Orang tipe ini biasanya akan merasa gelisah, cemas, dan berdebar hebat meski hanya minum sedikit kopi.

Kesimpulan

Jadi, anggapan bahwa “Kopi bikin jantung lemah” adalah MITOS bagi orang yang sehat. Sensasi berdebar yang Anda rasakan adalah respons fisiologis wajar terhadap kafein, bukan tanda kerusakan organ.

Namun, kuncinya ada pada moderasi. Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg per hari (setara 3-4 cangkir kopi hitam). Jika Anda minum kopi lalu merasa tidak nyaman, kurangi dosisnya atau beralih ke kopi decaf. Dengarkan tubuh Anda, dan nikmati kopi Anda dengan bijak!

Related Keywords: palpitasi kafein, manfaat kopi untuk jantung, risiko minum kopi, aritmia dan kafein, batas aman minum kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *