Fakta vs Mitos: Benarkah Bumi Itu Datar dan Semua Bukti Bentuk Bola Itu Bohong?
JAKARTA, 25 November 2025 — Di era informasi ini, satu ide lama yang seharusnya sudah selesai sejak ribuan tahun lalu justru kembali viral: Bumi itu Datar (Flat Earth). Para penganut teori ini, yang didukung oleh komunitas online yang vokal, menolak semua bukti ilmiah, mulai dari foto satelit hingga hukum gravitasi, dan mengklaim bahwa kita semua telah ditipu oleh konspirasi global.
Lantas, bagaimana sains membuktikan bahwa klaim Bumi Datar itu adalah mitos? Jawabannya tidak perlu teleskop canggih atau perjalanan ke luar angkasa. Bukti-bukti paling kuat tentang bentuk Bumi yang bulat justru dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Mitos 1: Matahari dan Bulan Bergerak di Atas Piringan Bumi yang Datar
FAKTA: Gerhana Bulan dan pola perjalanan kapal membuktikan bahwa Bumi memiliki lengkungan.
Poin Krusial: Bayangan Gerhana Bulan.
Bukti paling sederhana datang dari Gerhana Bulan. Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, dan bayangan Bumi jatuh menutupi Bulan. Sejak zaman Yunani Kuno, para filsuf sudah mengamati bahwa bayangan yang diproyeksikan Bumi ke Bulan selalu berbentuk lingkaran sempurna.
- Logika Sederhana: Satu-satunya bentuk 3D yang selalu menghasilkan bayangan lingkaran, tidak peduli dari sudut mana ia diposisikan, adalah bola. Jika Bumi berbentuk piringan datar, bayangannya pasti akan berubah bentuk, menjadi elips atau garis lurus, tergantung posisi Matahari.
Mitos 2: Semua Bukti Foto dari NASA adalah Konspirasi (Hoax)
FAKTA: Anda tidak perlu percaya NASA. Bukti Bumi bulat dapat diamati oleh siapa pun yang melakukan perjalanan.
Poin Krusial: Efek Kapal Tenggelam (The Vanishing Ship Effect).
Perhatikan kapal laut yang berlayar menjauh dari pantai. Jika Bumi datar, kapal tersebut seharusnya akan terlihat semakin kecil hingga menghilang (vanishing point).
Namun, apa yang sebenarnya kita lihat adalah lambung kapal (bagian bawah) menghilang terlebih dahulu, sementara tiang kapal (bagian atas) masih terlihat. Semakin jauh kapal berlayar, semakin banyak bagian bawah kapal yang tertutup oleh lengkungan Bumi, seolah-olah kapal itu perlahan tenggelam. Ini adalah bukti fisik yang dapat diamati dari tepi pantai mana pun bahwa permukaan Bumi melengkung.
Mitos 3: Gravitasi Itu Bohong, Kita Hanya Ditarik Ke Bawah oleh Densitas
FAKTA: Gravitasi adalah gaya fundamental yang tidak hanya mengatur jatuhnya apel, tetapi juga menjelaskan kenapa Bumi berbentuk bulat.
Jika tidak ada gravitasi, dan Bumi hanya berupa piringan datar, air laut akan tumpah ke ujung-ujungnya. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang proporsional dengan massa. Massa yang sangat besar, seperti Bumi, menarik segala sesuatu ke arah pusatnya. Dalam skala kosmik, satu-satunya bentuk yang paling efisien dan stabil untuk massa besar yang ditarik secara merata dari pusat adalah bola (atau spheroid yang sedikit gepeng).
- Bukti Sederhana: Perbedaan waktu di berbagai tempat (Time Zone). Jika Bumi datar, Matahari akan terlihat oleh semua orang pada saat yang sama. Namun, karena Matahari terbit di timur dan terbenam di barat, hal itu membuktikan bahwa Bumi berputar pada porosnya, dan berbentuk bulat, sehingga sinar Matahari hanya menyentuh bagian tertentu pada waktu tertentu.
Kesimpulan: Klaim Bumi Datar adalah Mitos yang bertentangan dengan sains, fisika, dan pengamatan sederhana sehari-hari. Bukti-bukti seperti bayangan Gerhana Bulan, efek kapal tenggelam, dan adanya zona waktu, semuanya memberikan konfirmasi yang tak terbantahkan bahwa Bumi adalah planet yang berbentuk bulat.
Related Keywords Bumi Datar, Flat Earth, Gerhana Bulan, Solar Retinopathy, gravitasi, konspirasi NASA, bukti bumi bulat
