Pramono Anung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen
JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keyakinan bahwa ekonomi Ibu Kota akan tumbuh lebih dari 5 persen pada 2026. Optimisme itu ia sampaikan saat menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta di area Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Senin, 19 Januari 2026.
Pramono menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang kuat akan tercermin dari angka resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan segera dirilis. “Kalau Jakarta sendiri, alhamdulillah pertumbuhannya mudah‑mudahan di atas 5 persen ya. Dari tahun ke tahun, mudah‑mudahan data BPS yang akan segera keluar benar‑benar bisa di atas 5 persen,” ujar ia optimis.
Strategi Pemprov DKI Dukung Aktivitas Ekonomi
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan berbagai strategi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu langkah penting adalah digitalisasi sistem pembayaran di berbagai sektor. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi akan mempercepat transaksi, meningkatkan efisiensi, dan mempermudah mobilitas ekonomi warga.
Pemprov DKI memperluas penggunaan pembayaran digital di moda transportasi publik seperti TransJakarta, MRT, LRT, dan MikroTrans. Selain itu, pasar tradisional juga semakin banyak menerima pembayaran digital dari pedagang kecil hingga pengunjung. Transformasi ini berpotensi mempercepat perputaran uang di pasar lokal.
Selain itu, Pramono menyebut bahwa program lomba pusat perbelanjaan dan hotel yang digelar dalam menyambut momentum Natal, Tahun Baru, dan Imlek memberikan dampak positif bagi transaksi masyarakat. Ia mencatat bahwa hingga 12 Januari 2026, nilai transaksi di pusat perbelanjaan dan hotel mencapai Rp15,2 triliun, meskipun Dana Bagi Hasil (DBH) sempat dipotong.
Kolaborasi Pemprov DKI, BI, dan OJK
Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengapresiasi kerja sama erat antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa sinergi ini membantu memastikan jalannya pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan berada pada arah yang tepat (on the right track).
“Kita harus menjaga transparansi, membangun trust, dan memastikan Jakarta menjadi kota global dengan manajemen pemerintahan yang baik,” tegas Pramono. Pernyataan ini menggambarkan bahwa selain aspek teknis, elemen kepercayaan dan tata kelola menjadi penopang penting pembangunan ekonomi Ibu Kota.
Peran Jakarta dalam Ekonomi Nasional
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida Budiman, turut menyoroti peran strategis Jakarta dalam menopang perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa perekonomian DKI berkontribusi sekitar 17 persen terhadap total ekonomi Indonesia. Ia juga menilai bahwa Jakarta menunjukkan indikator ekonomi yang kuat, seperti inflasi terkendali, intermediasi perbankan yang solid, dan digitalisasi pembayaran yang berkembang pesat.
Aida menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan para stakeholder akan terus diperkuat melalui program‑program strategis seperti Simfoni Jakarta, Protect, Connect, dan Forward Jakarta. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan sesuai dengan visi Jakarta 2045 dan target nasional.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus memberikan dampak positif di tengah tantangan global yang terus berubah. Menurut Aida, Bank Indonesia siap menjadi mitra pemerintah pusat maupun daerah dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.
Tantangan dan Prospek 2026
Optimisme Pramono muncul di tengah berbagai dinamika ekonomi nasional dan global. Beberapa lembaga internasional serta pelaku ekonomi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum berada di kisaran 5 persen hingga sedikit di atas angka itu pada tahun 2026, tergantung pada kondisi domestik dan situasi global yang terus berubah.
Bank Indonesia DKI Jakarta sebelumnya juga memproyeksikan bahwa ekonomi Jakarta berpeluang tumbuh antara 4,7 persen hingga 5,5 persen pada 2026, dengan dukungan penyaluran kredit dan inflasi yang tetap dalam sasaran yang sehat.
Harapan Pemerintah dan Pelaku Ekonomi
Dengan strategi yang kuat dan dukungan lintas lembaga, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan lingkungan usaha yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen menjadi target penting karena menunjukkan bahwa Ibu Kota tidak hanya pulih dari tekanan ekonomi pascapandemi, tetapi juga berkembang selaras dengan perekonomian nasional.
Pramono menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa kolaborasi yang kuat antarinstansi, pengembangan sistem digital, serta pendekatan yang matang terhadap kebijakan ekonomi akan membantu Jakarta mencapai target pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi nasional.

