šŸ„ Kesehatan

Influencer Mukbang Yingying Meninggal Usia 24, Sempat Alami Hipokalemia Berat

Kabar influencer mukbang meninggal di usia muda kembali memicu perhatian terhadap risiko kesehatan di balik tren makan dalam jumlah ekstrem di depan kamera. Kreator konten asal China, Chen Ziyi yang dikenal sebagai Yingying, meninggal dunia pada usia 24 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat kadar kalium dalam darah yang sangat rendah.

Yingying meninggal pada 17 Agustus 2026. Kabar kematiannya kemudian diumumkan pihak keluarga melalui media sosial. Influencer tersebut memiliki lebih dari satu juta pengikut dan dikenal melalui konten mukbang atau siaran makan dalam jumlah besar di hadapan penonton.

Beberapa hari sebelum meninggal, Yingying masih sempat mengunggah video dari rumah sakit. Dalam video terakhirnya pada 14 Agustus, ia menceritakan kondisi kesehatan yang memburuk dan mengatakan kadar kalium darahnya pernah turun hingga sekitar 2,3 mmol/L.

Angka tersebut termasuk sangat rendah. Merck Manual mendefinisikan hipokalemia sebagai kadar kalium serum di bawah 3,5 mmol/L, sedangkan kadar di bawah 2,5 mmol/L masuk kategori berat dan dapat menimbulkan gangguan serius, termasuk perubahan aktivitas listrik jantung.

Meski Yingying dilaporkan mengalami henti jantung, penyebab resmi kematiannya belum diumumkan. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa mukbang atau hipokalemia secara langsung menjadi satu-satunya penyebab kematiannya.

Yingying Sempat Dirawat karena Kalium Sangat Rendah

Masalah kesehatan Yingying ternyata bukan baru pertama kali terjadi.

Sebelum meninggal, ia mengungkap bahwa dirinya pernah mengalami penurunan kadar kalium sebelumnya. Kondisi itu kembali terjadi hingga membuatnya harus mendapatkan perawatan medis.

Dalam video terakhirnya, Yingying juga berbicara mengenai konsekuensi dari pekerjaannya sebagai pembuat konten mukbang.

Ia mengaku terbiasa mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat besar ketika berada di depan kamera. Dalam salah satu sesi, Yingying bahkan pernah menyebut harus menghabiskan sekitar 60 hingga 70 telur pitan atau telur yang diawetkan.

Namun, persoalan yang mendapat perhatian dokter bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi.

Yingying mengatakan dirinya memiliki kebiasaan memuntahkan makanan secara paksa setelah makan. Praktik tersebut disebut berlangsung dalam jangka panjang dan berkaitan dengan tuntutan pekerjaannya sebagai influencer mukbang.

Kebiasaan itulah yang secara medis dapat berkaitan erat dengan kehilangan elektrolit, termasuk kalium.

Mengapa Muntah Berulang Bisa Menurunkan Kalium?

Kalium merupakan elektrolit penting yang diperlukan tubuh untuk menjaga fungsi otot, saraf, serta aktivitas listrik jantung.

Dokter dari Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan makan dalam jumlah besar tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium turun drastis. Masalah dapat muncul ketika seseorang berulang kali memuntahkan makanan atau menggunakan obat pencahar setelah makan.

Hal tersebut sejalan dengan literatur medis.

Merck Manual mencatat kehilangan kalium berlebihan melalui saluran pencernaan, termasuk akibat muntah atau diare, menjadi salah satu penyebab umum hipokalemia. Pada kondisi berat, hipokalemia dapat mengganggu aktivitas listrik jantung dan memicu berbagai jenis aritmia.

MedlinePlus juga menjelaskan kadar kalium yang sangat rendah dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Dalam kasus yang berat, kondisi tersebut bahkan dapat berkontribusi pada berhentinya fungsi jantung.

Namun, penjelasan medis tersebut tidak berarti seluruh orang dengan kadar kalium rendah pasti mengalami henti jantung.

Risiko seseorang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari tingkat keparahan gangguan elektrolit, penyakit penyerta, kondisi jantung, hingga penyebab mendasar yang memicu hipokalemia.

Penyebab Kematian Yingying Belum Dipastikan

Perbedaan antara ā€œdilaporkan mengalami henti jantungā€ dan ā€œpenyebab kematian resmiā€ penting diperhatikan.

Laporan mengenai Yingying menyebut ia meninggal setelah mengalami henti jantung, sementara kadar kaliumnya sebelumnya diketahui turun hingga sangat rendah. Namun, publikasi internasional yang mengangkat kasus ini menyatakan penyebab resmi kematian belum dikonfirmasi.

Henti jantung sendiri merupakan kondisi ketika jantung berhenti memompa darah secara efektif.

Kondisi tersebut dapat memiliki banyak penyebab. MedlinePlus mencatat gangguan kadar kalium maupun magnesium merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung, tetapi penyakit jantung, kelainan irama, maupun stres fisik berat juga dapat berperan.

Karena itu, kasus Yingying lebih tepat dipahami sebagai peringatan mengenai risiko pola makan dan perilaku ekstrem daripada bukti bahwa setiap aktivitas mukbang akan menyebabkan kejadian serupa.

Tekanan Industri Mukbang Picu Perilaku Ekstrem

Mukbang awalnya populer sebagai format hiburan yang memperlihatkan seseorang makan sambil berinteraksi dengan penonton.

Dalam perkembangannya, persaingan untuk mendapatkan perhatian membuat sebagian kreator meningkatkan jumlah makanan secara drastis.

Laporan yang dikutip DetikHealth menyebut ada kreator yang mengonsumsi 20 hingga 25 kilogram makanan dalam dua jam. Kreator lain dilaporkan menyantap 120 pangsit dan 16 bungkus mi instan dalam satu sesi.

Jumlah makanan yang semakin ekstrem dapat menghasilkan lebih banyak perhatian, penonton, iklan, maupun pemasukan dari aktivitas livestream.

Di sinilah muncul tekanan yang berpotensi berbahaya.

Sebagian kreator dapat terdorong mempertahankan citra sebagai orang yang mampu makan dalam jumlah luar biasa. Jika diikuti perilaku kompensasi seperti muntah paksa atau penggunaan obat pencahar, risikonya menjadi jauh lebih serius.

Perilaku semacam itu juga tidak boleh dipandang sebagai metode pengendalian berat badan yang aman.

Makan Berlebihan Juga Punya Risiko Tersendiri

Meskipun penurunan kalium ekstrem pada kasus Yingying lebih berkaitan dengan kehilangan cairan dan elektrolit, konsumsi makanan secara berlebihan tetap memiliki konsekuensi kesehatan.

Makan dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan distensi atau peregangan lambung, rasa tidak nyaman, refluks, serta gangguan pencernaan.

Jika dilakukan terus-menerus, pola konsumsi kalori, lemak, gula, dan garam yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas serta masalah metabolik.

Sebuah laporan kesehatan mengenai kasus Yingying menekankan bahwa makan berlebihan sendiri bukan penyebab langsung hipokalemia, tetapi kebiasaan muntah setelah makan dan penggunaan pencahar dapat menjadi faktor yang menyebabkan kehilangan kalium.

Artinya, risiko mukbang tidak dapat disederhanakan menjadi satu mekanisme saja.

Jenis makanan, jumlah, frekuensi, kondisi tubuh, perilaku setelah makan, serta kesehatan seseorang ikut menentukan dampaknya.

China Sudah Batasi Konten Makan Ekstrem

Pemerintah China sebenarnya telah mengambil langkah untuk membatasi promosi konsumsi makanan berlebihan.

Undang-undang Anti-Pemborosan Makanan yang diberlakukan pada 2021 melarang produksi dan penyebaran konten audio atau video yang mempromosikan konsumsi makanan secara berlebihan.

Aturan perilaku bagi streamer daring yang diterbitkan pada 2022 juga melarang sejumlah praktik, termasuk makan berlebihan, berpura-pura makan, serta sengaja memuntahkan makanan setelah membuat konten.

Meski demikian, konten ekstrem masih dapat ditemukan.

Insentif finansial menjadi salah satu tantangan. Konten dengan aksi semakin tidak biasa berpotensi memperoleh lebih banyak penonton, yang pada akhirnya dapat menghasilkan pemasukan lebih tinggi.

Tekanan semacam ini membuat batas antara hiburan dan perilaku berbahaya semakin mudah terlewati.

Pesan Terakhir Yingying Jadi Sorotan

Salah satu bagian paling menyita perhatian dari kasus influencer mukbang meninggal ini justru muncul dari pesan Yingying sendiri.

Beberapa hari sebelum kematiannya, ia mengingatkan para pengikut bahwa kesehatan harus ditempatkan lebih tinggi daripada mengejar penghasilan dari pekerjaan.

Pesan tersebut mendapat perhatian luas setelah keluarganya mengumumkan kabar kematiannya.

Yingying meninggalkan lebih dari satu juta pengikut dan sebuah diskusi besar mengenai tekanan yang dapat dihadapi kreator konten ketika pendapatan bergantung pada kemampuan mempertahankan perhatian publik.

Kasusnya menunjukkan bahwa indikator keberhasilan di media sosial—jumlah penonton, pengikut, interaksi, hingga pemasukan—tidak selalu sejalan dengan batas kemampuan tubuh.

Waspadai Tanda Gangguan Elektrolit

Hipokalemia dapat menimbulkan gejala yang berbeda bergantung pada tingkat keparahannya.

Pada kondisi ringan, seseorang bahkan mungkin tidak merasakan gejala tertentu. Ketika kadar kalium semakin rendah, keluhan dapat berupa kelemahan otot, kram, kelelahan, jantung berdebar, hingga gangguan irama jantung.

Muntah atau diare yang berlangsung berulang juga patut mendapat perhatian karena tubuh dapat kehilangan cairan dan elektrolit.

Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan kadar kalium. Kondisi berat membutuhkan penanganan medis dan tidak sebaiknya diatasi hanya dengan mencoba mengonsumsi makanan tinggi kalium tanpa evaluasi penyebabnya.

Kematian Yingying pada usia 24 tahun pada akhirnya menjadi pengingat bahwa tubuh memiliki batas yang tidak dapat terus dipaksa demi konten.

Belum ada konfirmasi resmi bahwa satu faktor tertentu menjadi penyebab kematiannya. Tetapi riwayat hipokalemia berat, muntah paksa, dan perawatan rumah sakit yang ia ungkap sendiri menunjukkan bahwa perilaku ekstrem dalam produksi konten dapat membawa konsekuensi kesehatan yang serius.

Mukbang mungkin dimulai sebagai hiburan.

Namun, ketika tuntutan untuk menghasilkan tontonan mendorong seseorang makan jauh melampaui kebutuhan tubuh atau menggunakan cara berbahaya untuk mengeluarkannya kembali, persoalannya tidak lagi sekadar mengenai konten—melainkan kesehatan yang dapat dipertaruhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *