Tren Minum Air Hangat untuk Perut Rata Viral, Ahli Tegaskan Ini Bukan Solusi Instan
Tren minum air hangat saat perut kosong kembali viral di media sosial sejak awal 2026. Banyak pengguna, terutama di platform seperti TikTok, mengklaim kebiasaan ini mampu membuat perut lebih rata, mengurangi kembung, hingga membantu proses detoksifikasi tubuh.
Sejumlah konten kreator bahkan membagikan pengalaman pribadi yang menunjukkan perubahan bentuk perut setelah rutin minum air hangat setiap pagi. Video-video tersebut menarik jutaan penonton dan mendorong banyak orang untuk mencoba kebiasaan serupa.
Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. Dokter spesialis pencernaan dari UT Health San Antonio, Dr. Cari Sorrell, menyatakan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung anggapan bahwa air hangat dapat meratakan perut secara signifikan.
Ia menekankan bahwa manfaat yang dirasakan sebagian orang kemungkinan besar berasal dari kebiasaan minum air itu sendiri, bukan karena suhu air. Dengan kata lain, minum air putih—baik hangat maupun suhu ruang—tetap memberikan manfaat selama tubuh mendapatkan hidrasi yang cukup.
Menurut Dr. Sorrell, tubuh manusia secara alami akan kembali aktif setelah bangun tidur. Aktivitas ini termasuk sistem pencernaan yang mulai bekerja kembali, sehingga seseorang mungkin merasa lebih nyaman atau tidak kembung setelah minum air di pagi hari.
Selain itu, klaim bahwa air hangat mampu “mendetoksifikasi” tubuh juga dinilai keliru. Ia menjelaskan bahwa tubuh sudah memiliki sistem detoksifikasi alami melalui organ seperti hati dan ginjal. Kedua organ tersebut bekerja secara optimal tanpa memerlukan bantuan air hangat atau metode tertentu.
“Tubuh tidak membutuhkan air panas atau hangat untuk proses detoksifikasi,” jelasnya, menegaskan bahwa konsep detoks instan melalui minuman tertentu tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Meski begitu, bukan berarti minum air hangat tidak memiliki manfaat sama sekali. Air hangat tetap dapat membantu melancarkan pencernaan, terutama dalam meredakan rasa tidak nyaman seperti kembung. Namun, manfaat ini bersifat umum dan tidak secara langsung berkaitan dengan pembentukan perut rata.
Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan suhu air yang dikonsumsi. Air yang terlalu panas berisiko menyebabkan luka pada mulut hingga kerongkongan. Paparan suhu panas secara berulang bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dalam konteks kesehatan, faktor utama yang memengaruhi bentuk perut tetap berkaitan dengan pola hidup secara keseluruhan. Asupan makanan seimbang, konsumsi serat, olahraga rutin, serta hidrasi yang cukup menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan pencernaan dan bentuk tubuh.
Tren minum air hangat ini mencerminkan bagaimana informasi kesehatan mudah menyebar di media sosial, meskipun belum tentu didukung bukti ilmiah. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.
Alih-alih mengandalkan metode instan, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih komprehensif. Kebiasaan sederhana seperti minum air putih di pagi hari memang baik, tetapi harus diimbangi dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Dengan demikian, tren minum air hangat untuk meratakan perut lebih tepat dikategorikan sebagai mitos daripada fakta. Meski tidak berbahaya jika dilakukan dengan benar, kebiasaan ini bukan solusi ajaib untuk mendapatkan perut rata.

