Diet Low Carb Saat Sahur Bisa Turunkan Berat Badan, Dokter Ingatkan Risiko Batu Empedu
Bulan Ramadan sering dimanfaatkan sebagian orang untuk menurunkan berat badan. Salah satu metode yang cukup populer adalah menerapkan menu sahur rendah karbohidrat atau low carb. Pola makan ini dinilai dapat membantu tubuh membakar lemak lebih cepat sehingga berat badan turun.
Meski begitu, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa diet rendah karbohidrat saat sahur tetap harus dilakukan dengan komposisi nutrisi yang seimbang. Jika tidak, pola makan tersebut justru dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk risiko terbentuknya batu empedu.
Sahur Low Carb Boleh Dilakukan
Pakar penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa sahur dengan pola rendah karbohidrat sebenarnya tidak menjadi masalah bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.
Menurutnya, puasa memang secara alami mengurangi frekuensi dan jumlah makan sehingga asupan karbohidrat juga ikut berkurang. Namun ia menekankan bahwa komposisi nutrisi tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap mendapatkan energi yang cukup selama berpuasa.
Ia menyarankan komposisi nutrisi yang relatif seimbang dalam menu makan, yaitu sekitar 40 persen karbohidrat, 10–15 persen protein, dan 20–30 persen lemak. Komposisi tersebut membantu tubuh tetap memperoleh sumber energi sekaligus menjaga keseimbangan metabolisme.
Ketika seseorang mengurangi asupan karbohidrat secara signifikan, tubuh akan mencari sumber energi lain. Dalam kondisi tersebut, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai bahan bakar utama.
Risiko Jika Lemak Terlalu Tinggi
Masalah muncul ketika diet rendah karbohidrat justru diimbangi dengan konsumsi lemak yang terlalu tinggi. Pola makan seperti ini sering ditemukan dalam diet ketogenik atau diet keto.
Menurut Prof. Ari, diet dengan kadar lemak sangat tinggi berpotensi meningkatkan risiko gangguan pada kantong empedu. Beberapa kasus menunjukkan orang yang menjalani diet tersebut memang mengalami penurunan berat badan, tetapi kemudian mengalami batu empedu.
Batu empedu terbentuk ketika cairan empedu mengendap dan mengeras di dalam kantong empedu. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri perut, mual, hingga gangguan pencernaan.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengatur pola makan hanya demi menurunkan berat badan dengan cepat.
Protein Lebih Dianjurkan daripada Lemak
Daripada meningkatkan konsumsi lemak secara berlebihan, para ahli lebih menyarankan untuk memperbanyak sumber protein dalam menu sahur. Protein dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung fungsi tubuh selama berpuasa.
Beberapa contoh sumber protein yang baik untuk sahur antara lain telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, serta produk susu rendah lemak. Protein juga membantu menjaga massa otot ketika tubuh mengalami defisit kalori.
Selain itu, makanan tinggi protein biasanya memiliki efek kenyang lebih lama dibandingkan makanan tinggi karbohidrat sederhana. Hal ini membantu mengurangi rasa lapar selama berpuasa.
Pentingnya Pola Makan Seimbang Saat Puasa
Selain memperhatikan komposisi nutrisi, masyarakat juga disarankan memilih makanan yang sehat dan bergizi saat sahur. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum dapat menjadi sumber energi yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat sederhana.
Sayuran dan buah juga penting untuk memenuhi kebutuhan serat serta vitamin. Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah rasa lapar datang terlalu cepat.
Minum air yang cukup saat sahur juga menjadi faktor penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa.
Jangan Fokus pada Penurunan Berat Badan Saja
Para ahli mengingatkan bahwa tujuan utama puasa seharusnya bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, pola makan yang terlalu ekstrem sebaiknya dihindari.
Diet rendah karbohidrat memang bisa membantu menurunkan berat badan jika dilakukan dengan benar. Namun tanpa pengaturan nutrisi yang tepat, pola makan tersebut justru dapat memicu masalah kesehatan seperti batu empedu.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap menerapkan pola makan yang seimbang saat sahur agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.

