Survei: Gen Z Paling Khawatir Dampak AI, Baby Boomer Justru Lebih Percaya Diri
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memicu beragam respons dari berbagai generasi. Sebuah survei global terbaru menunjukkan bahwa Generasi Z atau Gen Z justru menjadi kelompok yang paling khawatir terhadap dampak AI, sementara generasi yang lebih tua seperti Baby Boomer cenderung lebih percaya diri menghadapi perubahan teknologi tersebut.
Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antargenerasi dalam melihat masa depan dunia kerja dan teknologi digital. Meskipun Gen Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi internet dan perangkat digital, mereka justru menunjukkan tingkat kekhawatiran paling tinggi terhadap dampak AI.
Gen Z Paling Cemas dengan Dampak AI
Dalam survei global mengenai dunia kerja dan teknologi, mayoritas responden percaya bahwa AI akan mengubah cara manusia bekerja dalam beberapa tahun ke depan. Sekitar 80 persen pekerja memperkirakan AI akan memengaruhi aktivitas kerja sehari-hari.
Namun, tingkat kekhawatiran terbesar justru datang dari Gen Z. Banyak dari mereka merasa teknologi AI berpotensi mengganggu peluang karier di masa depan.
Generasi muda ini khawatir bahwa otomatisasi dan penggunaan AI di berbagai sektor industri dapat menggantikan sejumlah pekerjaan manusia, terutama pekerjaan tingkat pemula yang biasanya menjadi pintu masuk ke dunia kerja.
Selain itu, sebagian Gen Z juga merasa belum mendapatkan dukungan yang cukup untuk mempelajari teknologi AI secara mendalam. Hal ini membuat mereka merasa kurang siap menghadapi perubahan yang semakin cepat dalam dunia kerja modern.
Baby Boomer Lebih Optimistis
Berbanding terbalik dengan Gen Z, generasi Baby Boomer justru menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi terhadap perkembangan AI.
Kelompok usia yang lebih tua ini cenderung melihat teknologi sebagai alat yang dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, bukan sebagai ancaman yang menggantikan tenaga manusia.
Para peneliti menilai bahwa pengalaman panjang menghadapi berbagai perubahan teknologi membuat generasi ini lebih tenang dalam menyikapi perkembangan baru.
Selama beberapa dekade terakhir, generasi Baby Boomer telah melalui berbagai revolusi teknologi, mulai dari komputer pribadi hingga internet. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih percaya diri dalam beradaptasi dengan inovasi baru seperti AI.
Survei juga menemukan bahwa generasi yang lebih tua cenderung tidak terlalu khawatir kehilangan pekerjaan karena mereka telah memiliki pengalaman dan keterampilan yang matang di bidangnya.
Perbedaan Perspektif Antar Generasi
Perbedaan sikap antara Gen Z dan Baby Boomer mencerminkan kondisi pasar kerja yang juga berbeda bagi masing-masing generasi.
Gen Z saat ini berada pada tahap awal karier dan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Di sisi lain, perusahaan di berbagai sektor mulai mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa sebagian pekerjaan, terutama yang bersifat rutin dan administratif, dapat digantikan oleh teknologi otomatisasi.
Sebaliknya, generasi yang lebih senior umumnya sudah memiliki posisi pekerjaan yang lebih stabil sehingga tidak terlalu merasa terancam oleh perkembangan teknologi tersebut.
Pentingnya Adaptasi dan Peningkatan Keterampilan
Para ahli menilai bahwa perbedaan sikap ini sebenarnya mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan digital di berbagai kelompok usia.
AI diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor industri, mulai dari bisnis, kesehatan, hingga pendidikan.
Karena itu, pekerja dari semua generasi perlu meningkatkan kemampuan teknologi dan keterampilan baru agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Banyak perusahaan juga mulai mendorong pelatihan keterampilan AI bagi karyawan agar mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
Para pengamat menilai bahwa AI seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas manusia jika digunakan dengan tepat.
Dengan pendekatan yang tepat, teknologi AI justru dapat membuka peluang baru bagi dunia kerja di masa depan.

