Warganet Laporkan Vitamin Palsu Marak Dijual di E-commerce – Ini Merek dan Respons BPOM
JAKARTA — Belanja online kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di balik kemudahan itu juga muncul ancaman baru bagi konsumen: maraknya penjualan vitamin palsu yang beredar di beberapa platform e-commerce. Fenomena ini pertama kali ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial dan menuai perhatian luas karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Menurut laporan warga maya, sejumlah vitamin dijual melalui marketplace populer dengan klaim kualitas tinggi dan harga yang sangat menarik. Namun, setelah ditelusuri ataupun dicurigai konsumen, banyak produk tersebut diduga tidak terdaftar resmi di badan pengawas obat dan makanan, sehingga dipertanyakan legalitas dan keamanannya.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menegaskan bahwa produk-produk vitamin yang tidak memiliki izin edar resmi tidak aman untuk dikonsumsi dan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Fenomena Vitamin Palsu di Marketplace: Apa yang Terjadi?
Warganet pertama kali mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui unggahan di media sosial yang viral, di mana sejumlah akun memamerkan produk vitamin tertentu yang ditawarkan dengan kemasan dan klaim yang seolah berkualitas premium, padahal produk tersebut diduga tidak terdaftar di BPOM.
Dalam unggahan itu, konsumen menunjukkan bukti label, tampilan produk, serta review yang kemudian memicu diskusi luas tentang bahaya membeli suplemen kesehatan secara online tanpa mengecek status legalitasnya. BPOM menegaskan bahwa produk yang belum terdaftar secara resmi tidak bisa dipastikan keamanan dan efektivitasnya, sehingga konsumen sebaiknya selalu melakukan verifikasi sebelum membeli.
Kasus ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Pengawasan BPOM terhadap produk yang dijual secara daring terus dilakukan karena memang banyaknya tautan penjualan vitamin dan suplemen yang belum terverifikasi. Di masa lalu, BPOM pernah menemukan ribuan tautan produk vitamin D3, Vitamin C, dan Vitamin E yang dijual tanpa izin edar melalui e-commerce dan media sosial, dengan jumlah besar mencapai ratusan ribu pieces yang diperdagangkan.
Merek-merek yang Diklaim Palsu: Ciri, Risiko & Cek Legalitas
Meskipun Kompas.com dalam artikel utamanya tidak merinci semua merek yang diklaim palsu, fenomena penjualan produk kesehatan ilegal secara daring sudah pernah teridentifikasi oleh BPOM dalam pengawasan sebelumnya. Produk yang tidak terdaftar seringkali memuat klaim berlebihan, penampilan kemasan yang mirip produk original, dan harga yang jauh lebih murah daripada standar pasar.
Contoh kejadian serupa pada masa lalu menunjukkan bahwa produk palsu dapat mencantumkan klaim tak benar seperti “100 % natural” atau “mengandung zat super-ampuh” tanpa ada bukti ilmiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih jeli dan tidak mudah tergiur promosi besar-besaran atau harga miring.
Beberapa ciri umum vitamin atau suplemen yang dicurigai palsu antara lain:
- Tidak terdaftar di BPOM (belum punya nomor izin edar),
- Kemasan yang berbeda dari versi resmi atau ada kesalahan cetak,
- Klaim besar tanpa bukti ilmiah, dan
- Harga jauh di bawah pasar normal.
Respons Resmi BPOM: Tetap Cek Izin Edar
Menanggapi pelaporan masyarakat dan viralnya klaim tentang vitamin palsu, BPOM mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa semua produk suplemen dan vitamin yang dijual di e-commerce harus terdaftar dan memiliki izin edar sebelum dipasarkan di Indonesia. Produk tanpa izin edar bisa mengandung bahan aktif tak terkontrol yang berbahaya bagi tubuh.
BPOM mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan produk suplemen yang hanya muncul di marketplace tanpa sumber jelas, sekaligus mendorong konsumen untuk selalu memeriksa nomor izin edar yang disediakan. Nomor ini bisa diverifikasi melalui situs resmi BPOM atau aplikasi cek izin edar untuk memastikan keamanan produk.
Selain itu, BPOM juga meminta konsumen melaporkan setiap produk yang dicurigai ilegal atau palsu melalui kanal resmi seperti Contact Center HALOBPOM, media sosial BPOM, atau melalui sistem pelaporan di lapor.go.id. Langkah ini tidak hanya membantu melindungi konsumen lain, tetapi juga mempercepat proses penanganan pelanggaran.
Mengapa Vitamin Palsu Dapat Beredar?
Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa vitamin dan suplemen palsu bisa muncul dan berkeliaran di marketplace besar:
1. Permintaan Pasar yang Tinggi
Suplemen kesehatan terutama di masa pascapandemi memiliki permintaan sangat tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjual produk tanpa izin dengan harga menarik.
2. Minimnya Verifikasi Penjual
Beberapa platform marketplace memang menyediakan kemudahan bagi penjual, tetapi sistem verifikasi yang kurang ketat memungkinkan produk ilegal tetap bisa dipasarkan.
3. Kurangnya Kesadaran Konsumen
Banyak pembeli yang belum menyadari pentingnya memeriksa status izin edar produk dari BPOM, sehingga mereka membeli tanpa memastikan legalitasnya terlebih dahulu.
Risiko Kesehatan Mengonsumsi Vitamin Tidak Terdaftar
Mengkonsumsi vitamin atau suplemen yang tidak terdaftar secara resmi dapat membawa sejumlah risiko kesehatan, antara lain:
- Komposisi bahan tidak jelas, sehingga bisa memicu alergi atau efek samping yang tak terduga.
- Dosis tidak terkontrol, yang bisa melebihi tingkat aman dan berbahaya bagi organ tubuh.
- Kontaminasi bahan berbahaya, seperti bahan kimia berbahaya yang tak tercantum pada label.
Karena itu, komunitas medis dan regulator kesehatan selalu menekankan pentingnya membeli vitamin yang terdaftar resmi dan memiliki nomor izin edar BPOM, serta dibuktikan aman melalui uji laboratorium dan evaluasi regulator.
Tips Hebat Sebelum Membeli Suplemen Online
Agar terhindar dari risiko produk palsu, pemerintah dan regulator kesehatan menyarankan beberapa langkah mudah berikut ini:
Cek Nomor Izin Edar BPOM
Pastikan setiap produk vitamin yang dibeli memiliki nomor izin edar yang bisa diverifikasi secara online.
Beli dari Penjual Terpercaya
Pilih penjual resmi atau toko resmi merek yang telah diketahui keamanannya.
Baca Review Konsumen dengan Kritis
Lihat opsi ulasan dan pengalaman pembeli lain, tetapi hati-hati jika semua ulasan terlihat tidak realistis atau dibuat massal.
Waspadai Harga yang Terlalu Murah
Jika harga terlalu rendah dibanding standar pasar, pertimbangkan itu sebagai indikator risiko.
Kesimpulan
Maraknya vitamin palsu di e-commerce yang dilaporkan warganet menunjukkan bahwa tantangan perlindungan konsumen dalam belanja online masih besar. Risiko kesehatan dan dampak buruk dari produk yang tidak terdaftar resmi harus menjadi perhatian serius bagi pembeli dan pemerintah. Regulasi, edukasi konsumen, serta sistem verifikasi yang kuat di e-commerce menjadi kunci agar produk palsu dapat diminimalisir dan konsumen tetap terlindungi.

