Insight Lokal

Fakta vs Mitos: Benarkah Rutin Minum Air Lemon Tiap Pagi Bisa Bikin Kurus?

JAKARTA, kilasjurnal.id – Buka media sosial mana pun, Anda pasti pernah melihat influencer kebugaran memulai hari mereka dengan ritual yang sama: memeras setengah butir lemon ke dalam segelas air hangat, lalu meminumnya saat perut kosong.

Klaimnya terdengar sangat menjanjikan: “Minum ini tiap pagi, lemak perut luntur dalam 7 hari!” atau “Detoks alami pembuang racun dan lemak!”

Namun, benarkah air perasan buah kuning nan asam ini memiliki kekuatan magis untuk melenyapkan lemak tubuh? Ataukah ini hanya mitos diet yang dilebih-lebihkan? Mari kita bedah faktanya secara ilmiah.

Mitos: Lemon Bisa “Melarutkan” Lemak

Banyak orang membayangkan bahwa sifat asam pada lemon bekerja layaknya sabun cuci piring yang melarutkan lemak di wajan. Logikanya, jika diminum, ia akan mengikis lemak yang menempel di usus dan perut.

Faktanya: Tubuh manusia tidak bekerja seperti wajan penggorengan. Secara fisiologis, tidak ada satu pun makanan atau minuman yang bisa membakar lemak secara langsung hanya dengan menyentuhnya. Proses pembakaran lemak (oksidasi lemak) terjadi melalui proses metabolisme yang kompleks, yang dipicu oleh defisit kalori dan aktivitas fisik, bukan oleh air asam.

Fakta: Mengapa Orang yang Minum Lemon Bisa Kurus?

Meskipun lemon bukan “obat ajaib”, fakta di lapangan menunjukkan banyak orang berhasil turun berat badan saat rutin meminumnya. Mengapa? Ada penjelasan logis di baliknya:

1. Efek Substitusi (Pengganti Kalori) Rahasia utamanya bukan pada lemonnya, tapi pada apa yang tidak Anda minum. Jika biasanya Anda mengawali pagi dengan Kopi Susu Gula Aren (300 kalori) atau Teh Manis (150 kalori), lalu menggantinya dengan Air Lemon (hanya 6 kalori), Anda otomatis memangkas ratusan kalori setiap hari. Defisit kalori inilah yang membuat Anda kurus, bukan lemonnya.

2. Hidrasi Meningkatkan Metabolisme Penelitian menunjukkan bahwa minum air putih yang cukup (sekitar 500ml) dapat meningkatkan metabolisme tubuh sementara sebesar 30%. Menambahkan lemon hanya membuat air putih terasa lebih enak, sehingga Anda terdorong untuk minum lebih banyak air. Hidrasi yang baik membantu tubuh memecah lemak lebih efisien.

3. Rasa Kenyang Semu Air lemon mengisi volume lambung. Meminumnya sebelum makan pagi bisa memberikan sinyal kenyang lebih awal, sehingga porsi sarapan Anda menjadi lebih sedikit.

Kandungan Polifenol: Harapan Kecil

Meski bukan pembakar lemak instan, lemon mengandung senyawa antioksidan bernama Polifenol. Dalam sebuah studi pada tikus (tahun 2008), polifenol dari kulit lemon ditemukan dapat menekan kenaikan berat badan dan akumulasi lemak tubuh.

Namun, perlu diingat: studi ini dilakukan pada tikus dengan dosis ekstrak yang tinggi. Belum ada bukti kuat bahwa memeras satu iris lemon ke air minum manusia akan memberikan efek drastis yang sama.

Waspada Efek Samping!

Sebelum Anda memborong lemon di pasar, perhatikan risikonya. Sifat asam sitrat pada lemon sangat korosif.

  • Gigi: Asam lemon bisa mengikis enamel (lapisan pelindung) gigi, membuat gigi ngilu dan keropos. Disarankan minum menggunakan sedotan.
  • Lambung: Bagi penderita Maag atau GERD, minum air lemon saat perut kosong di pagi hari bisa memicu nyeri ulu hati dan naiknya asam lambung.

Kesimpulan

Benarkah air lemon bikin kurus? Jawabannya: TIDAK secara langsung, tapi BISA MEMBANTU.

Air lemon adalah alat bantu diet yang bagus karena rendah kalori, menghidrasi, dan kaya vitamin C. Namun, ia tidak akan berguna jika setelah meminumnya Anda tetap makan gorengan dan tidak berolahraga. Jadikan air lemon sebagai pendamping gaya hidup sehat, bukan satu-satunya andalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *