Struktur Misterius di Perut Bumi Ungkap Rahasia Mengapa Planet Kita Layak Huni
Jakarta — Ilmuwan geofisika baru-baru ini menemukan struktur besar dan aneh di kedalaman Bumi yang mungkin menjadi kunci mengapa planet ini mendukung kehidupan. Penelitian mutakhir mengungkap dua jenis formasi misterius di batas antara inti dan mantel Bumi yang disebut large low-shear-velocity provinces (LLSVPs) dan ultra-low-velocity zones (ULVZs).
Bentuk dan Letak Struktur Misterius
LLSVPs merupakan wilayah raksasa berbatu yang sangat panas dan padat, terletak jauh di bawah permukaan Bumi, tepatnya di pertemuan antara inti dan mantel. Ada dua “blob” utama: satu berada di bawah Benua Afrika, dan satu lagi di bawah Samudra Pasifik.
Sementara itu, ULVZs adalah zona tipis yang lebih cair (molten) dan sangat dekat dengan inti, seakan seperti “kolam lava” purba yang membeku di dasar mantel.
Kedua struktur ini memperlambat gelombang seismik (gempa), yang menunjukkan komposisi kimia berbeda dibandingkan batuan di sekitarnya.
Asal-Usul Struktur: Jejak Masa Awal Bumi
Menurut studi terbaru yang dipimpin oleh Yoshinori Miyazaki dari Rutgers University, struktur ini mungkin berasal dari masa awal Bumi, saat planet ini masih ditutupi oleh lautan magma global (magma ocean).
Dalam model geodinamik yang dibuat para peneliti, elemen seperti silikon dan magnesium diyakini “merembes” dari inti Bumi dan bercampur dengan mantel yang mencair. Akumulasi material ini dari waktu ke waktu menghasilkan formasi aneh seperti LLSVP dan ULVZ.
Hubungan dengan Kelayakhunian Bumi
Bukan sekadar struktur geologis aneh, peneliti meyakini bahwa keberadaan LLSVP dan ULVZ punya peran penting dalam evolusi Bumi — termasuk mengapa planet ini akhirnya menjadi tempat layak huni.
Interaksi inti-mantel yang berlangsung selama miliaran tahun diduga memengaruhi cara Bumi mendingin, pola aktivitas vulkanik, serta komposisi atmosfer. Semua faktor ini sangat menentukan apakah sebuah planet bisa punya air, atmosfer stabil, dan akhirnya – kehidupan.
Lebih jauh, struktur ini bisa menjadi “sumber kimia” bagi hotspot vulkanik di permukaan, seperti Gurun Hawaii atau Islandia — menghubungkan bagian terdalam Bumi dengan fenomena geologis yang terlihat dari atas.
Mengapa Penemuan Ini Penting
Penemuan ini memperkuat ide bahwa kondisi internal planet sangat krusial untuk kelayakhunian. Tidak hanya faktor permukaan seperti air dan oksigen yang penting, tetapi juga proses sangat dalam di perut Bumi.
Dengan kombinasi data seismik, fisika mineral, dan simulasi geodinamik, studi ini memberikan “jejak kimia” dari masa awal Bumi yang sebelumnya sulit dijelaskan. Struktur-struktur ini dianggap sebagai “sidik jari” pembentukan Bumi saat masih muda.
Menurut salah satu penulis, Jie Deng, ide bahwa mantel Bumi masih menyimpan “memori kimia” dari interaksi inti sangat membuka wawasan baru: proses-proses dalam sangat berpengaruh pada evolusi jangka panjang planet.
Implikasi untuk Ilmu Planet dan Eksoplanet
Temuan ini tidak hanya relevan untuk Bumi, tetapi juga bisa diterapkan pada studi planet lain. Jika struktur seperti LLSVP dan ULVZ memang punya peran besar dalam stabilitas internal planet, maka kita bisa mengevaluasi eksoplanet lain dengan parameter serupa untuk menilai potensi kelayakhunian.
Model baru ini juga mengajak ilmuwan untuk memikirkan kembali bagaimana planet terbentuk dan mendingin — bukan sekadar dari permukaan, tetapi juga dari inti yang sangat dalam.
Kesimpulan
Struktur misterius di kedalaman Bumi, berupa wilayah raksasa padat dan lapisan molten tipis di batas inti-mantel, tampaknya bukan “anomali acak.” Menurut studi terbaru, formasi ini mungkin sisa proses pembentukan Bumi yang sangat awal, dan berkontribusi besar pada kemampuan planet ini untuk mendukung kehidupan. Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang evolusi planet dan membuka pintu untuk analisis eksoplanet berdasarkan struktur internal, bukan hanya kondisi permukaan.

