Mata Sering Perih dan Gatal Saat Main HP? Ini Penjelasan Medisnya!
Jakarta, KilasJurnal.id – Mata kering atau yang dikenal secara medis sebagai dry eye disease merupakan dimana kondisi kesehatan mata kering yang sering dianggap remeh oleh banyak orang. Padahal bisa sangat mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
- Mata Kering Gangguan Sepele yang Bisa Bikin Hidup Tak Nyaman
Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian.
Bayangkan, membaca buku, menyetir di malam hari, atau sekedar fokus di depan laptop jadi tearasa sulit karena mata terasa perih, gatal, dan cepat lelah.
Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Bayangkan, membaca buku, menyetir di malam hari, atau sekadar fokus di depan laptop jadi terasa sulit karena mata terasa perih, gatal, dan cepat lelah.
Para ahli menyebut, mata kering kini semakin umum terjadi akibat gaya hidup modern yang membuat mata jarang beristirahat. Penggunaan gadget berjam-jam, paparan pendingin udara, hingga polusi udara di kota besar jadi pemicu utamanya.
Faktanya, jutaan orang di seluruh dunia mengalami gangguan ini. Di Indonesia sendiri, jumlah penderitanya terus meningkat seiring kebiasaan digital yang semakin intens.
Mata kering bukan hanya soal rasa tidak nyaman — tapi juga sinyal bahwa mata membutuhkan perhatian lebih. Menjaga kelembapan mata, mengatur waktu istirahat dari layar, dan memperbanyak kedipan bisa jadi langkah kecil yang membuat perbedaan besar bagi kesehatan penglihatanmu.
- Fungsi dan Struktur air mata
Air mata terdiri dari tiga lapisan utama:
- Lapisan luar (minyak): Mencegah penguapan air mata.
- Lapisan tengah (air): ini yang sering disebut sebagai air mata, berfungsi melembabkan
- Lapisan dalam (lendir): Membantu air mata menempel di permukaan mata.
“Lapisan ini melapisi kornea atau bagian hitam mata untuk menjaganya tetap jernih dan sehat. jika lapisan ini terganggu, kornea bisa rusak, menyebabkan erosi atau infeksi yang menyakitkan. Kita harus menjaga kornea ini karena ia hanya diberikan sekali oleh Tuhan,” ujar dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics saat acara Konferensi Pers peluncuran kampanye “Bebas Mata SePeLe” dar Insto Gandaria City (7/11/2025).
2 . Penyebab mata kering
- Usia: Orang di atas 40 tahun lebih berisiko karena penuaan alami.
- Hormon: Perubahan hormon, seperti pada sindrom Sjogren (penyakit autoimun yang sering terkait dengan mata kering).
- Penyakit lain: Seperti arthritis, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.
- Obat-obatan: Obat alergi, antidepresan, atau obat hipertensi bisa menyebabkan efek samping mata kering.
- Kontak lensa: Penggunaan yang tidak tepat bisa mengeringkan mata.
- Operasi mata: Manipulasi pada mata bisa memengaruhi produksi air mata.
- Gaya hidup: Merokok, asap rokok, kurang asupan omega-3, atau dehidrasi (kurang minum air).
- Lingkungan: Udara dingin, panas, AC, polusi, angin kencang, atau paparan layar gadget terlalu lama. Saat bekerja di depan layar, frekuensi berkedip mata berkurang, sehingga mata lebih cepat kering.
3. Gejala mata kering Gejala mata kering bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat:
- Mata terasa kering, berpasir, perih, terbakar, atau seperti ada benda asing.
- Mata lelah, merah, atau berair (sebagai reaksi tubuh).
- Penglihatan kabur sesaat, yang hilang jika berkedip atau mengucek mata.
- Pada kasus berat: Erosi kornea (permukaan mata rusak), yang sangat sakit dan bisa membuat mata sulit dibuka, terutama saat bangun tidur. Gejala ini berbeda dari mata merah akibat infeksi, seperti konjungtivitis yang biasanya disertai keluarnya cairan kuning atau hijau.
4. Pengobatan dan perawatan di rumah Jika mulai merasakan gejala, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Kompres hangat: Gunakan kain hangat di mata untuk membuka kelenjar air mata yang tersumbat.
- Tetes mata buatan (artificial tears): Sebagai pengganti air mata alami. Pilih berdasarkan jenisnya, seperti yang mengandung sodium hyaluronate atau hydroxypropyl methylcellulose, sesuai kebutuhan.
- Untuk kasus berat: Konsultasikan dokter untuk obat lanjutan, seperti agen sekretagog (merangsang produksi air mata), kortikosteroid, atau siklosporin jika ada autoimun.
- Perawatan lanjutan: Lensa skleral, tutup saluran air mata, atau terapi IPL (intense pulsed light) untuk merangsang kelenjar air mata. “Selalu periksa dengan dokter untuk diagnosis yang tepat karena pengobatan tergantung pada penyebabnya,” tambah dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM.
- Kesimpulan
Mata kering bukanlah masalah sepele. Kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup dan bahkan mengganggu produktivitas sehari-hari jika dibiarkan tanpa penanganan. Penyebabnya beragam — mulai dari gaya hidup modern, paparan layar gadget terlalu lama, hingga faktor usia dan lingkungan.
Menjaga kesehatan mata sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana: istirahatkan mata secara rutin, cukup minum air, hindari paparan AC berlebihan, serta gunakan tetes mata buatan bila perlu. Jika gejalanya tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter mata agar mendapatkan perawatan yang tepat.

