🏥 Kesehatan

Penyintas Kanker Payudara dan Hak Menyusui: yang Perlu Diketahui?

Jakarta — Apakah menyusui aman bagi penyintas kanker payudara? Dua penelitian besar yang dipresentasikan dalam ajang European Society for Medical Oncology (ESMO) 2024 ditemukan:

Salah satu studi (POSITIVE Trial) melibatkan perempuan penyintas kanker payudara reseptor hormon positif, yang kemudian hamil dan mencoba menyusui. Hasilnya menunjukkan bahwa menyusui tidak meningkatkan risiko kekambuhan kanker.

(BRCA BCY Collaboration) mengamati perempuan dengan mutasi gen BRCA1/2 yang menyusui setelah kanker payudara.

Kekhawatiran umum meliputi:

Apakah sel kanker bisa memengaruhi ASI atau menyebar lewat payudara yang menyusui?

Faktor yang Harus Diperhatikan Sebelum Menyusui

Status pengobatan dan kondisi payudara
Jika masih menjalani kemoterapi atau beberapa jenis terapi hormon yang dapat masuk ke ASI, maka menyusui perlu evaluasi lebih lanjut.

Operasi payudara (seperti lumpektomi atau mastektomi) atau radiasi dapat memengaruhi produksi ASI atau kenyamanan ibu saat menyusui.

Lintasan riset dan waktu bebas penyakit
Pada studi-POSITIVE, ibu yang menyusui biasanya melewati kondisi pengobatan tertentu dan memiliki jarak aman setelah terapi.

Produksi ASI dan fungsi payudara
Ada laporan bahwa payudara yang pernah dioperasi atau menerima radiasi bisa memiliki produksi yang terbatas atau butuh bantuan konsultan laktasi.

Kesejahteraan bayi dan kondisi ASI
Walaupun penelitian menunjukkan keamanan secara umum, tetap harus diperhatikan kondisi bayi, nutrisi, dan tumbuh-kembangnya.

Manfaat Menyusui bagi Ibu Penyintas

Memberikan kembali rasa kontrol dan identitas setelah pengalaman kanker—menjadi ibu yang aktif menyusui bisa berdampak psikologis positif.

Menyusui dengan durasi yang layak juga telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang, baik bagi ibu maupun bayi (meskipun bukan faktor utama dalam konteks penyintas kanker).

Konsultasikan rencana kehamilan dan menyusui dengan dokter oncologist dan konsultan laktasi sejak dini.

Pastikan pengobatan kanker telah stabil atau mencapai fase yang disetujui untuk kehamilan/menyusui.

Jika produksi ASI dari satu payudara terganggu, tetap bisa menyusui dari payudara lainnya atau melalui pompa ASI, dengan dukungan konsultan.

Berikan dukungan psikologis dan edukasi agar ibu tidak merasa sendirian atau gagal jika menghadapi tantangan.

Kesimpulan

Namun, keputusan menyusui tetap sangat personal dan bergantung pada kondisi medis individu. Yang paling penting adalah perencanaan matang, konsultasi profesional, dan dukungan lingkungan. Dengan demikian, ibu penyintas dapat menjalani peran sebagai ibu menyusui dengan lebih percaya diri dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *