Teleskop Radio : Jendela Baru Mengamati Semesta & Memahaminya
Pengamatan astonomi tidak bergantung pada cahaya tampak yang bisa langsung di tangkap mata mansuia. ada instrumen lain yang tak kalah penting untuk menyingkap rahasia kosmos dengan teleskop radio.
Apa Itu teleskop Radio ?
Objek seperti planet, nebula, galaksi, bahkan lubang hitam memancarkan sinyal radio yang sangat lemah. Sinyal inilah yang dikumpulkan, diperkuat, lalu diolah menjadi data visual maupun numerik oleh teleskop radio.
Bentuknya sering menyerupai piring parabola raksasa. Fungsinya mirip telinga raksasa yang mampu menangkap “bisikan” alam semesta dari jarak jutaan hingga miliaran tahun cahaya.
Objek yang memancarkan sinyal radio bisa berupa planet, bintang, nebula, galaksi, hingga lubang hitam. Karena sinyal radio sangat lemah dan sering terdistorsi, teleskop radio menggunakan antena yang sangat besar serta alat penerima yang sangat sensitif agar bisa “mendengar” sinyal tersebut dengan jelas.
Bentuk umum dari teleskop radio menyerupai parabola besar—mirip piring—yang berfungsi mengumpulkan sinyal radio dari langit.
Komponen & Prinsip Kerja
Agar dapat memproses sinyal dari langit, teleskop radio memiliki komponen dan proses kerja sebagai berikut:
Antenna / Dish Parabola
Antena parabola akan mengumpulkan gelombang radio dari area langit tertentu dan memfokuskan energi ke titik fokus (feed).
BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional
Feed & Receiver (Penerima Sinyal)
Di titik fokus terdapat feed dan sistem penerima yang memperkuat sinyal sangat lemah agar bisa dianalisis lebih lanjut.
Pengolahan Sinyal & Komputer
Sinyal radio yang telah diperkuat diproses oleh sistem elektronik dan komputer untuk menghasilkan gambaran objek langit dalam frekuensi radio.
Penunjukan Arah & Kontrol
Teleskop harus diarahkan sangat akurat ke objek langit yang ingin diamati.
Penelitian Relik Kosmik & Gelombang Radio Latar
Teleskop radio dapat mendeteksi sinyal radio latar (cosmic background) yang merupakan jejak awal alam semesta.
Ibnu menguraikan, ada beberapa poin mengapa astronom sebagian menggunakan teleskop radio untuk melakukan observasi. Pertama, gelombang radio bisa sampai ke bumi dan cenderung tidak terhalang atmosfer. “Ada beberapa gelombang cahaya yang diblok oleh atmosfer, misalnya sinar gamma, x-ray, dan ultraviolet,” ujarnya.
Astronomi Planet & Sistem Tata Surya
Beberapa planet, terutama Jupiter, memancarkan gelombang radio akibat magnetosfer mereka. Pengamatan ini memperdalam pemahaman tentang aktivitas magnetik planet.
Teleskop Radio di Indonesia & Rencana BRIN
Di Indonesia, BRIN mencatat bahwa saat ini observatorium nasional Timau di Kupang, NTT, sedang dalam rencana pembangunan teleskop radio. Lokasi ini dipilih karena minim polusi radio dan cahaya.
Observatorium Timau kini memiliki fasilitas teleskop optik terbesar di Asia Tenggara serta fasilitas teleskop matahari dan survei optik. Pembangunan teleskop radio dan antena array direncanakan sebagai tambahan infrastruktur astronomi nasional.
Desain yang diusulkan mencakup antena parabola ≥ 20 meter dan dipole array ukuran besar sebagai komponen radio.

