BudayaFakta vs Mitos

Fakta vs Mitos: Benarkah Borobudur Penuh dengan Simbol Gaib?

Candi Borobudur, mahakarya abad ke-8 di Magelang, Jawa Tengah, selama berabad-abad menjadi pusat perhatian. Tidak hanya karena kemegahan arsitekturnya, tetapi juga kisah, legenda, hingga mitos yang menyelimutinya. Salah satu yang paling sering beredar di masyarakat adalah anggapan bahwa Borobudur penuh dengan simbol gaib — seolah bukan sekadar candi Buddha, melainkan bangunan misterius yang menyimpan rahasia kekuatan supranatural. Namun, benarkah demikian?


Mitos: Borobudur Disebut Bangunan Gaib

Sejak zaman kolonial hingga kini, ada banyak spekulasi mengenai Borobudur. Beberapa orang menyebut stupa-stupa di Borobudur sebagai “penangkal gaib” atau tempat menyimpan energi spiritual tertentu. Ada pula yang mengaitkan relief-relief candi dengan peta langit gaib atau kode rahasia yang konon hanya bisa dimengerti oleh kalangan tertentu.

Sebagian kisah bahkan menyebut Borobudur bukan sekadar tempat ibadah Buddha, melainkan “pusat ilmu gaib Jawa kuno.” Narasi ini tumbuh subur, apalagi di tengah masyarakat yang masih akrab dengan cerita mistis dan kepercayaan tradisional.


Fakta: Borobudur adalah Mandala Buddha

Secara akademis dan arkeologis, Borobudur bukanlah bangunan penuh simbol gaib, melainkan representasi mandala kosmologi Buddha Mahayana. Struktur bertingkat Borobudur menggambarkan perjalanan spiritual dari dunia penuh nafsu menuju pencerahan.

Relief di dinding Borobudur — lebih dari 2.600 panel — menuturkan kisah kehidupan Buddha (Lalitavistara), hukum sebab-akibat (Karmawibhangga), hingga cerita Jataka dan Avadana tentang kebajikan. Semua ini dirancang bukan untuk menakut-nakuti dengan “gaib”, melainkan mendidik umat agar memahami ajaran moral dan spiritual.

Stupa-stupa yang berjumlah 72 di bagian atas juga bukan “penangkal gaib”, melainkan simbol kekosongan (sunyata), pusat pencapaian tertinggi dalam ajaran Buddha. Patung Buddha yang duduk di dalam stupa adalah ikon meditasi menuju pencerahan, bukan lambang kekuatan mistis tersembunyi.


Mengapa Mitos Gaib Bisa Muncul?

Ada beberapa alasan mengapa Borobudur sering dihubungkan dengan hal gaib. Pertama, karena candi ini sempat terkubur abu vulkanik dan semak belukar selama berabad-abad sebelum ditemukan kembali pada abad ke-19. Kesan “bangunan misterius yang hilang” membuat imajinasi masyarakat berkembang liar.

Kedua, bentuk arsitektur Borobudur yang megah, simetris, dan sarat detail bisa tampak “aneh” bagi yang tidak mengenal filsafat Buddha. Bagi masyarakat awam, simbol-simbol spiritual sering disalahartikan sebagai “gaib.”

Ketiga, tradisi Jawa sendiri akrab dengan dunia mistis. Ketika Borobudur kembali dikenal, tidak sedikit masyarakat lokal yang menafsirkannya dengan kacamata budaya sendiri — mencampurkan ajaran Buddha, legenda Jawa, hingga kisah gaib.


Perspektif Budaya dan Spiritualitas

Meskipun mitos gaib tidak didukung bukti ilmiah, tidak bisa dipungkiri bahwa Borobudur tetap memiliki aura spiritual yang kuat. Bagi umat Buddha, Borobudur adalah pusat ibadah Waisak yang sakral. Bagi masyarakat umum, Borobudur adalah simbol kearifan leluhur, karya besar arsitektur, sekaligus ruang kontemplasi yang mengundang kagum.

Dengan demikian, “keajaiban” Borobudur bukan pada kekuatan gaib, melainkan pada kemampuan bangunan ini menyatukan aspek seni, religi, ilmu arsitektur, dan filosofi spiritual dalam satu monumen megah. Itulah yang membuat Borobudur diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 1991.


Kesimpulan

Borobudur memang sarat simbol, tetapi bukan simbol gaib dalam pengertian mistis. Ia adalah simbol perjalanan spiritual menuju pencerahan, tercermin dalam struktur mandala dan relief ajaran Buddha.

  • Mitos: Borobudur penuh dengan simbol gaib atau rahasia mistis.
  • Fakta: Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia, yang menyimpan filosofi ajaran moral dan spiritual, bukan kekuatan gaib.

Borobudur adalah bukti peradaban tinggi nusantara, warisan dunia yang seharusnya dipahami dengan ilmu, bukan hanya mitos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *