Kereta Khusus Pedagang Siap Dioperasikan, Ini Rutenya
Jakarta — Sebuah inovasi dalam bidang transportasi akan segera hadir untuk mendukung aktivitas pedagang dan petani di wilayah Banten. PT KAI Commuter Indonesia meluncurkan layanan kereta khusus kelas ekonomi yang diperuntukkan bagi pedagang dan petani — termasuk gerbong dengan ruang lebih luas untuk barang dagangan — dan akan beroperasi pada rute Stasiun Merak ↔ Stasiun Rangkasbitung.
Desain Gerbong yang Ramah Pedagang
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa layanan kereta ini bukan sekadar perubahan fungsi, melainkan adaptasi nyata terhadap kebutuhan masyarakat pedagang. Gerbong khusus ini dirancang dengan beberapa fitur utama:
- Tempat duduk sejajar dengan dinding kereta di sisi kiri dan kanan, agar pedagang dapat menempatkan barang dagangan di tengah ruang dengan lebih leluasa.
- Pintu gerbong didesain lebih lebar dibanding kereta reguler, untuk memudahkan keluar-masuk barang bawaan besar.
- Layanan ini akan berjalan dengan kelas ekonomi (K3) yang disubsidi pemerintah, sehingga tarif tetap terjangkau bagi pedagang kecil.
Dengan desain-desain tersebut, KAI Commuter berharap agar logistik pedagang menjadi lebih efisien, dan rantai pasok dari wilayah pedesaan ke kota menjadi semakin lancar.
Rute dan Frekuensi Perjalanan
Layanan kereta khusus pedagang ini akan diintegrasikan ke rangkaian layanan Commuter Line Merak, dengan relasi Stasiun Merak hingga Stasiun Rangkasbitung (atau sebaliknya).
Jumlah operasionalnya cukup signifikan: 14 perjalanan per hari akan dilayani oleh kereta ini.
Para pedagang dari wilayah seperti Serang, Lebak, Pandeglang dan sekitarnya dapat memanfaatkan layanan ini untuk mengangkut barang dagangan ke kota. “Dengan pemberhentian di seluruh stasiun lintas tersebut, diharapkan layanan ini menjadi solusi transportasi tepat bagi pedagang dan petani,” demikian pernyataan Karina Amanda.
Selain itu, bagi pedagang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Jakarta atau sekitarnya, rute lanjutan via Commuter Line Jabodetabek relasi Rangkasbitung → Tanah Abang tersedia. Namun khusus untuk barang bawaan besar, syarat-syarat tertentu berlaku.
Dampak Positif terhadap Pedagang & Petani
Adanya kereta khusus ini diperkirakan akan menghasilkan beberapa manfaat konkret:
- Akses logistik lebih murah: Dengan tarif ekonomi dan desain gerbong yang lebih ramah, biaya angkut barang dagangan bisa lebih ringan.
- Rantai pasok lebih cepat dan efisien: Pedagang di daerah bisa mengirim hasil dagangannya ke kota besar dengan moda transportasi massal yang terjadwal.
- Peluang usaha meningkat: Karena transportasi menjadi lebih mudah dan terjangkau, peluang ekspansi bisnis pedagang dan petani pun terbuka.
- Pemberdayaan ekonomi daerah: Layanan ini bisa memberikan dorongan bagi ekonomi lokal di wilayah Banten dan sekitarnya, memperkuat konektivitas ke pusat ekonomi.
Karina menegaskan bahwa layanan ini adalah “inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus terobosan terbaru dari KAI Group”.
Tantangan & Syarat Penggunaan
Meski skemanya menjanjikan, beberapa catatan penting perlu diperhatikan:
- Barang bawaan besar hanya diperbolehkan pada pemberangkatan Commuter Line Jabodetabek sesi pertama dari Stasiun Rangkasbitung menuju Jakarta atau sekitarnya. Untuk perjalanan reguler, barang harus sesuai ketentuan KAI Commuter.
- Pengaturan pendataan dan sorting barang dagangan agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
- Penyesuaian jadwal dan kapasitas: 14 perjalanan per hari memang cukup banyak, namun perlu dipastikan agar jadwal dan alokasi gerbong sesuai kebutuhan pedagang di lapangan.
- Integrasi antar moda dan logistik: Koridor Merak-Rangkasbitung memang penting, namun konektivitas lanjutan ke kota besar dan pasar konsumen perlu disinergikan.
Bagaimana Pedagang Memanfaatkan Layanan Ini?
Bagi pedagang atau petani yang ingin menggunakan layanan ini, beberapa langkah bisa dilakukan:
- Mengenali jadwal keberangkatan dan rute layanan: 14 perjalanan per hari Merak-Rangkasbitung atau sebaliknya.
- Mengecek titik pemberhentian yang dekat dengan lokasi produksi atau pasar mereka.
- Memastikan barang dagangan terkemas dengan baik agar bisa dibawa ke kereta dan sesuai dengan aturan bawaan KAI.
- Memanfaatkan sambungan dari Rangkasbitung ke Jabodetabek apabila menjual ke pasar kota besar.
- Melakukan perbandingan biaya: transportasi menggunakan kereta khusus bisa menjadi alternatif terhadap layanan angkutan umum atau kendaraan pribadi yang lebih mahal dan rawan macet.
Kesimpulan
Layanan kereta khusus bagi pedagang dan petani yang akan dioperasikan oleh KAI Commuter adalah langkah strategis yang layak diapresiasi. Dengan rute Merak-Rangkasbitung—14 perjalanan per hari—dan desain gerbong yang ramah untuk barang dagangan, inovasi ini diharapkan memperkuat konektivitas ekonomi di wilayah Banten dan sekitarnya.
Hambatan seperti aturan barang bawaan besar, penyesuaian jadwal dan integrasi logistik masih perlu diatasi agar manfaatnya maksimal. Namun jika dijalankan dengan baik, inisiatif ini berpotensi menjadi model transportasi komersial yang mendukung ekonomi petani/pedagang dan penguatan rantai pasok nasional.

