5 Kebiasaan “Beracun” yang Perlu Kamu Stop Mulai Hari Ini agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga
JAKARTA kilasjurnal.id — Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan hidup modern, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik. Namun tanpa kita sadari, beberapa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata bisa menjadi “beracun” bagi keseimbangan pikiran dan emosional. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah lelah, memicu kecemasan, serta mengikis motivasi bila dibiarkan terus menerus. Oleh karena itu, penting untuk mulai menyadarinya dan menghentikannya sejak sekarang.
Berikut adalah lima kebiasaan beracun yang perlu kamu hentikan mulai hari ini supaya kesehatan mental tetap kuat dan stabil:
1. Memaksa Menenangkan Diri Justru Menambah Stres
Ketika tubuh dan pikiran terasa lelah setelah aktivitas panjang atau saat menghadapi masalah, wajar jika kita ingin segera merasa tenang. Tetapi jika upaya itu dipaksakan dengan harapan langsung merasa “sempurna”, hal ini justru bisa menjadi tekanan tambahan bagi pikiran.
Psikolog menyebut bahwa memaksakan diri untuk merasa lebih baik secara cepat dapat membuat tubuh masuk dalam siklus stres berulang karena tidak memberi ruang bagi emosi untuk diproses secara alami. Sebagai alternatif, cobalah teknik pernapasan lembut, mengamati lingkungan sekitar, atau melakukan kegiatan ringan seperti berjalan kaki untuk menenangkan pikiran secara bertahap tanpa tekanan berlebihan.
2. Terlalu Sering Mengkritik Diri Sendiri
Sering kali kita terjebak dalam kebiasaan mengkritik diri sendiri — baik tentang penampilan, produktivitas, atau pencapaian yang belum berhasil diraih. Meski niat awalnya adalah agar bisa lebih baik, kritik yang disampaikan dengan nada keras justru menurunkan kepercayaan diri, meningkatkan kecemasan, dan menguras energi emosional.
Alih-alih terus menyalahkan diri sendiri, ubahlah cara berbicara pada diri sendiri menjadi lebih empatik. Mengakui kesalahan tanpa menghakimi dan memberi ruang untuk belajar justru akan membantu proses pertumbuhan personal yang lebih sehat.
3. Mengonsumsi “Comfort Food” Secara Berlebihan saat Stres
Saat merasa cemas atau sedih, banyak orang cenderung mencari comfort food — makanan yang memberikan rasa nyaman secara emosional. Namun pola ini bisa menjadi kontraproduktif ketika dilakukan berlebihan karena makanan semacam itu sering mengandung gula, lemak tinggi, atau kafein yang dapat memengaruhi kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh.
Alih-alih membantu meredakan stres, konsumsi berlebihan dari makanan ini justru berpotensi memperparah gangguan keseimbangan hormon dan kesehatan mental secara keseluruhan. Bijaksanalah dalam memilih kapan dan seberapa sering memanjakan diri dengan comfort food, dan cobalah alternatif sehat seperti buah, kacang, atau camilan rendah gula sebagai pilihan yang lebih baik.
4. Menghabiskan Waktu Lama untuk Scroll Media Sosial Tanpa Henti
Kebiasaan scroll media sosial sering dilakukan tanpa tujuan jelas — hanya mencari hiburan singkat atau sekadar ‘mengusir waktu’. Tetapi paparan konten yang sifatnya emosional, sensasional, atau dibanding-bandingkan dengan kehidupan orang lain justru dapat membuat sistem saraf tetap waspada dan meningkatkan kecemasan.
Selain itu, paparan cahaya biru dari layar gadget sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, sehingga membuat sulit beristirahat secara optimal dan akhirnya berdampak pada regenerasi mental saat malam hari. Untuk itu, disarankan memberi jeda setidaknya 30 menit sebelum tidur dari penggunaan ponsel. Aktivitas seperti peregangan ringan, mendengarkan musik, atau menulis jurnal bisa menjadi alternatif yang lebih menenangkan.
5. Multitasking yang Terlalu Sering Membebani Otak
Sering berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lain (multitasking) kerap dipuji karena bisa menyelesaikan banyak hal sekaligus. Namun secara psikologis, multitasking dapat membebani otak lebih berat, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan stres.
Otak manusia paling efektif bekerja ketika fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Ketika kita mencoba melakukan banyak hal sekaligus, beban kerja mental meningkat, yang akhirnya membuat kita kelelahan lebih cepat dan kesulitan menyelesaikan tugas dengan kualitas optimal. Mengutamakan satu tugas pada satu waktu (single-tasking) bisa membantu mengurangi tekanan mental dan menjaga motivasi tetap stabil.
Mengapa Kebiasaan “Beracun” Ini Perlu Dihindari?
Kebiasaan yang disebut “beracun” dalam konteks kesehatan mental bukan sekadar kebiasaan buruk pada permukaan. Kebiasaan-kebiasaan ini memiliki efek kumulatif yang dapat menguras energi emosional, memicu kecemasan, dan bahkan mengganggu kualitas tidur serta produktivitas. Jika diteruskan tanpa disadari, dampaknya bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan seperti hubungan sosial, pekerjaan, serta kesehatan fisik.
Psikolog sering menekankan bahwa kesehatan mental harus dipelihara secara proaktif — dan hal ini dimulai dari mengidentifikasi serta menghentikan kebiasaan yang justru merugikan pikiran. Dengan membiasakan pola hidup yang lebih sehat secara mental, kamu dapat menciptakan keseimbangan emosional dan energi positif yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Tips Mengatasi Kebiasaan Negatif dan Meningkatkan Kesehatan Mental
Berikut beberapa langkah praktis untuk menggantikan kebiasaan beracun dengan pola hidup yang lebih sehat:
1. Praktikkan Mindfulness secara Rutin
Latihan seperti pernapasan dalam, meditasi singkat, atau sekadar memfokuskan perhatian pada napas dapat membantu menenangkan pikiran ketika stres muncul.
2. Bangun Self-Talk yang Lebih Positif
Alih-alih mengkritik diri sendiri, latih diri untuk memberikan kata-kata yang lebih mendukung dan penuh empati terhadap diri sendiri.
3. Batasi Waktu di Media Sosial
Tetapkan batas waktu harian untuk penggunaan aplikasi sosial agar tidak terus-menerus memicu kecemasan atau perbandingan sosial yang tidak perlu.
4. Fokus pada Satu Tugas pada Satu Waktu
Pilih tugas dan selesaikan satu per satu daripada beralih-alih, sehingga otak lebih ringan dan fokus meningkat.
5. Tetapkan Waktu Istirahat yang Konsisten
Kurangi paparan layar menjelang tidur dan prioritaskan waktu istirahat mental setiap harinya agar tubuh dan pikiran punya waktu untuk pulih.
Kesimpulan
Kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele namun berdampak besar terhadap kesehatan mental — seperti memaksa diri tenang, mengkritik diri sendiri, kecanduan scroll media sosial, atau multitasking berlebihan — dapat menjadi “beracun” jika tidak diatasi. Dengan mengenali dan berhenti dari kebiasaan-kebiasaan tersebut, kamu bisa menjaga keseimbangan emosional dan mengurangi tekanan mental dalam hidup yang semakin padat ini.
Mulailah dengan langkah kecil hari ini, karena perubahan kecil bisa membawa dampak besar bagi kesehatan mentalmu di masa depan.

