Kebiasaan yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Cerdas, Menurut Psikologi
Jakarta, 11 Oktober 2025 — Sering kita fokus membahas apa yang dilakukan orang pintar: rajin membaca, berpikir kritis, sukses akademik.Menurut kajian psikologi dan pemaparan dari kanal populer seperti Psych2Go, ada lima hal yang umumnya dihindari oleh orang cerdas — dan tiap poin punya alasan mendasar. Berikut penjelasannya.Dengan demikian, sikap tidak cepat puas bisa menjadi salah satu mekanisme menjaga pertumbuhan diri.
Mudah Melupakan Masa Lalu
Hal yang “tak dilakukan” oleh orang cerdas adalah terjebak dalam kenangan atau penyesalan masa lalu.
Bagi mereka, pengalaman lampau lebih baik dijadikan pelajaran — bukan pengikat emosi. Dengan demikian, fokusnya tetap pada apa yang bisa diperbaiki sekarang dan ke depan.
Tidak Suka Musik Ceria dengan Pola Berulang-Ulang
Poin yang agak mengejutkan: orang cerdas sering menghindari jenis musik yang sangat ceria dengan pola nada yang berulang-ulang. Menurut laporan, preferensi mereka lebih cenderung ke musik melankolis atau yang memiliki nuansa lebih kompleks.
Studi dari Universitas Bologna menyebut bahwa orang dengan kecerdasan makin tinggi justru menilai musik dengan repetisi tinggi kurang menantang dan kurang memancing refleksi emosional. Dengan memilih musik yang lebih “bernuansa”, mereka mencari rangsangan mental dan emosional lebih dalam.
Tidak Menyukai Pemikiran yang Sederhana Berlebihan
Menurut artikel, orang cerdas tidak suka “pola pikir sederhana berlebihan” — mereka sering tak puas dengan jawaban dangkal, dan lebih memprioritaskan kompleksitas, nuansa, dan analisis mendalam.
Mereka Cenderung Menghadapi segala sesuatu dengan diri sendiri dan merasa mampu bisa melakukannya.
Dalam pandangan psikolog Dr. Cortney Warren, Mengatakan Bahwa ini berkaitan dengan konsep autentisitas — yaitu kemampuan untuk tetap menjadi diri sendiri dan bertindak dalam keselarasan dengan nilai inti, meskipun dalam kondisi penuh tekanan.
Implikasi dari Kebiasaan “Tidak Dilakukan” Ini
Kenapa penting membahas apa yang tidak dilakukan orang cerdas? Ada beberapa pelajaran praktis:
Menghemat energi mental
Dengan tidak berlarut-larut pada masa lalu, tidak cepat puas, dan tidak mengeluh saat tantangan muncul — orang cerdas mengalokasikan energi mentalnya ke hal-hal lebih substansial.
Menanam pola berpikir kritis & reflektif
Menolak jawaban sederhana atau musik yang monoton adalah bentuk antitesis terhadap berpikir dangkal. Mereka menantang diri sendiri agar lebih dalam.
Resiliensi & adaptabilitas
Menghadapi tantangan tanpa mengeluh menunjukkan ketahanan mental — aspek penting dalam menghadapi perubahan zaman.
Pemilihan stimulasi yang lebih bermakna
Daripada musik ringan berulang-ulang atau hiburan dangkal, orang cerdas bisa memilih rangsangan yang memberikan makna atau tantangan.
Catatan & Keterbatasan
Meski menarik, jenis daftar seperti ini perlu dibaca bijak:
Konsep “apa yang tidak dilakukan” sifatnya generik, bukan absolut. Bisa ada orang cerdas yang sesekali melakukan satu atau dua dari hal tersebut dalam situasi tertentu.
Kecerdasan itu multi-dimensi — kognitif, emosional, sosial — sehingga daftar ini lebih menyoroti aspek kognitif-sikap.

