Kupas Mitos & Fakta Seputar Pompa ASI: Bukan Mengurangi Bonding dengan Si Kecil
JAKARTA kilasjurnal.id — Pompa ASI merupakan alat penting bagi banyak ibu menyusui, terutama yang harus kembali bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Meski demikian, di masyarakat masih banyak informasi yang keliru atau mitos tentang penggunaan alat ini — salah satunya anggapan bahwa memompa ASI akan mengurangi kedekatan emosional (bonding) antara ibu dan bayi. Artikel ini mengupas berbagai mitos dan fakta seputar pompa ASI agar para ibu dapat mengambil keputusan menyusui yang lebih tepat dan percaya diri.
Memahami informasi yang benar tentang pompa ASI sangat penting karena menyusui atau memberikan ASI perah merupakan salah satu cara utama ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi — baik langsung dari payudara maupun melalui botol ketika diperlukan.
Mengapa Pompa ASI Penting?
Pompa ASI tidak hanya berguna untuk ibu yang bekerja, tetapi juga memiliki fungsi lain seperti menjaga pasokan ASI, membantu mengosongkan payudara bila bayi belum menyusu langsung, serta menyediakan cadangan ASI untuk situasi tertentu. Alat ini bisa menjadi solusi praktis yang membantu ibu tetap konsisten memberikan ASI meskipun terpisah dari bayi.
Mitos dan Fakta Seputar Pompa ASI
Berikut ringkasan dari beberapa mitos seputar pompa ASI yang sering beredar, beserta penjelasan faktanya:
1. Memompa ASI Hanya Untuk Ibu Bekerja
Mitos: Pompa ASI hanya diperlukan ketika ibu kembali bekerja setelah cuti.
Fakta: Sebenarnya memompa ASI dapat bermanfaat bagi semua ibu menyusui, tidak hanya mereka yang bekerja. Misalnya untuk membantu mengatur pasokan ASI, memudahkan orang lain memberi ASI kepada bayi, atau saat ibu perlu istirahat.
2. Memompa Menurunkan Produksi ASI
Mitos: Pompa ASI membuat tubuh mengurangi produksi ASI.
Fakta: Produksi ASI bergantung pada prinsip supply and demand — semakin sering payudara dikosongkan, baik oleh bayi maupun pompa, maka tubuh akan terus memproduksi ASI. Jadi, jadwal memompa yang teratur justru bisa membantu mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI.
3. ASI Perah Kurang Bernutrisi Dibandingkan Langsung
Mitos: ASI yang dipompa tidak sebaik yang langsung diberikan oleh payudara.
Fakta: ASI yang dipompa tetap mengandung nutrisi, antibodi, dan molekul penting lain yang bermanfaat bagi bayi asalkan disimpan dan ditangani dengan benar. Nutrisi ASI tidak hilang hanya karena dipompa.
4. Memompa Selalu Menyakitkan
Mitos: Menggunakan pompa ASI pasti terasa menyakitkan.
Fakta: Pompa ASI modern memiliki pengaturan hisap yang dapat disesuaikan, serta ukuran corong (flensa) yang berbeda-beda supaya nyaman dipakai. Rasa sakit biasanya muncul karena pengaturan yang salah atau ukuran flensa yang tidak tepat, bukan karena alatnya sendiri.
5. Pompa ASI Mengurangi Durasi Menyusui
Mitos: Ibu yang sering memompa akan berhenti menyusui langsung.
Fakta: Banyak ibu berhasil menggabungkan kedua metode ini. Pompa dapat membantu menyediakan ASI saat jadwal menyusui langsung tidak memungkinkan, tanpa harus menghentikan menyusui secara keseluruhan.
6. Memompa Mengganggu Bonding dengan Bayi
Mitos: Memompa ASI membuat proses bonding menjadi kurang kuat.
Fakta: Kontak emosional antara ibu dan bayi tidak hanya tergantung pada menyusui di payudara. Interaksi seperti berbicara, tatap muka, ciuman, sentuhan kulit ke kulit, dan momen memberi ASI botol juga membantu memperkuat ikatan emosional. Bahkan, menggunakan pompa ASI bisa memberi kesempatan seperti waktu bermain atau kontak mata saat bayi diberi ASI perah.
Selain itu, pompa bahkan bisa memberi kesempatan anggota keluarga lain untuk ikut memberi ASI perah, yang pada gilirannya pun bisa memperluas pengalaman bonding antara bayi dan perawatnya.
7. Tidak Bisa Menyusui dan Memompa Sekaligus
Mitos: Ibu yang memakai pompa tidak bisa tetap menyusui bayinya secara langsung.
Fakta: Banyak ibu melakukan keduanya, yakni menyusui langsung dan memompa sesuai kebutuhan. Hal ini membantu menjaga fleksibilitas serta menyediakan stok ASI jika diperlukan.
8. Semua Pompa ASI Sama
Mitos: Semua pompa di pasaran sama kualitasnya.
Fakta: Pompa ASI berbeda-beda dari segi desain, kualitas hisap, dan kenyamanan. Pilih pompa yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda untuk hasil terbaik.
9. Pompa ASI Terlalu Merepotkan
Mitos: Menggunakan pompa selalu memakan banyak waktu dan merepotkan.
Fakta: Pompa ASI mungkin memerlukan penyesuaian awal bagi ibu baru, tetapi dengan strategi yang tepat—misalnya memilih pompa yang efisien atau double pump—prosesnya bisa jadi lebih mudah dan hemat waktu.
10. Pompa Hanya untuk Satu Kelompok Ibu Tertentu
Mitos: Pompa ASI hanya bermanfaat untuk ibu bekerja atau situasi tertentu saja.
Fakta: Pompa bisa bermanfaat bagi semua ibu menyusui, termasuk yang ingin meningkatkan stok ASI, membantu bayi yang sulit menyusu langsung, atau memberikan ASI perah saat dibutuhkan.
Bagaimana Memaksimalkan Penggunaan Pompa ASI
Agar pengalaman menggunakan pompa ASI lebih maksimal, para ahli menyarankan ibu menyusui untuk:
- Memilih pompa yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kenyamanan.
- Mengatur flensa dan pengaturan hisap agar sesuai dengan tubuh.
- Mengkombinasikan memompa dengan metode langsung jika memungkinkan.
- Menjaga kebersihan dan penyimpanan ASI perah agar tetap aman dan bergizi.
Kesimpulan: Pompa ASI dan Bonding Ibu–Bayi
Memompa ASI adalah alat bantu yang efektif dalam mendukung perjalanan menyusui, terutama bagi ibu yang memerlukan fleksibilitas atau memiliki jadwal padat. Beragam mitos seperti menurunnya produksi ASI atau hilangnya ikatan emosional dengan bayi sering kali tidak akurat dan justru bisa menciptakan kekhawatiran yang tak perlu bagi ibu baru.
Fakta menunjukkan bahwa memompa ASI — bila dilakukan dengan benar dan disesuaikan dengan kebutuhan — justru bisa menjadi bagian dari strategi menyusui yang sehat tanpa mengurangi kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Kontak kulit ke kulit, tatap muka, serta momen kasih sayang lainnya tetap merupakan faktor utama yang membangun ikatan kuat antara ibu dan buah hati.
Dengan pemahaman yang benar tentang fungsi, teknik, dan manfaat pompa ASI, diharapkan para ibu dapat merasa lebih percaya diri serta nyaman dalam menjalani proses menyusui sekaligus menjaga bonding dengan si kecil.

