Gaya HidupšŸ„ Kesehatan

Lagi Marak! Kenapa orang Sehat Bisa Mendadak Meninggal? Penjelasan Dokter Ini Bikin Merinding!

Jakarta, KilasJurnal.Id -Fenomena kejadian orang sehat tiba-tiba meninggal dunia kerap mengejutkan banyak orang. Tanpa gejalas sebelumnya, seseorang bisa tiba-tiba kolaps dan tak tertolong. Kondisi ini sering kali disebabkan olehhenti jantung mendadak atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai cardiac arrest.

Henti jantung merupuakan keadaan darurat medis di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh- terutama otak terhenti. Dalam hitungan menit, kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapat pertolongan.

Yang membuatnya berbahaya, henti jantung bisa menyerang siapa aja, bahkan mereka yang terlihat bugar, aktif berolahrga, dan tak memiliki riwayat penyakit serius. Banyak kasus terjadi tanpa ada tanda-tanda awal, sehingga kerap dianggap sebagai “kematian mendadak” pada orang sehat.

  • Menurut Para Ahli

Menurut Dokter spesialis Jnatung dan Pembuluh darah Braveheart – Brawijaya Hospital Saharjo, Dr.dr. M Yamin, SpJP(K), SpPD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, kematian akibat henti jantung mendadak bisa terjadi dengan munculnya gejala, seperti nyeri dada, jantung beredar, atau kehilangan kesadaran. Tetapi, henti jantung mendadak juga bisa terjadi tanpa keluhan apa pun.

“Misalnya, pernah ketemu teman ya, dikabarkan meninggal mendadak melalui telepon atau apa. Padahal tadi pagi saya masih ketemu dia nih, masih ngobrol, masih makan. Jadi kalau kita ketemu dalam 24 jam itu dia masih sehat, dan dia meninggal dalam rentang waktu itu, kita sebut juga kematian (jantung) mendadak,” katanya, dalam tayangan KilasJurnal, Selasa (28/10/2025).

“Jadi dua itu kira-kiranya, sejak gejaal pertama muncul dalam satu jam, atau ketemu terakhir dalam keadaan sehat tanpa gejala apapun, terus dia meninggal,” sambungnya.

  • Faktor Pemicu Henti Jantung Mendadak

Menrut Yamin, Henti jantung mendadak umummnya tak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktro risiko tersembunyiyang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.

1.Faktor pertama ialah riwayat serangan jantung sebelumnya. Meski seseorang tampak telah pulih sepenuhnya, kerusakan pada otot jantung akibat serangan sebelumnya bisa memicu gangguan irama jantung di kemudian hari. Karena itu, pasien yang pernah mengalami serangan jantung tetap masuk dalam kelompok berisiko tinggi mengalami henti jantung mendadak.

  1. Faktor Kedua iaalh riwayat keluarga, Jika ada anggota keluarga sedarah seperti ayah, kakak, atau adik yang meninggal mendadak di usia muda (dibawah 40 tahun), maka risiko seseorang mengalami hal serupa juga meningkat. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kelainan listrik jantung bawan (genetik) yang seringkali tidak disadari hingga terjadi kejadian fatal.
  2. Stroke
  • Kesimpulan

Kematian mendadak orang yang tampak sehat sering kali disebabkan oleh henti jantung datang tanpa tanda-tanda awal. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai risiko, mulai dari riwayat serangan jantung, kelainan genetik pada jantung, hingga faktor keturunan yang tak disadari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *