šŸ„ Kesehatan

Ratusan Warga Inggris Alami Kerusakan Pankreas Diduga Efek Samping Obat Diet GLP-1

London — Otoritas kesehatan Inggris mengeluarkan peringatan setelah ratusan pengguna obat penurun berat badan dan diabetes melaporkan masalah serius pada pankreas mereka, yang diduga terkait penggunaan obat jenis GLP-1. Badan Pengawas Obat dan Layanan Kesehatan Inggris atau MHRA meminta pasien dan tenaga medis untuk lebih waspada terhadap gejala pankreatitis akut dan kronis yang mungkin muncul pada pengguna obat tersebut.

Temuan ini mencuat setelah laporan-laporan yang masuk ke sistem pemantauan efek samping obat nasional, yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan kasus terkait penggunaan obat-obatan populer seperti Mounjaro, Ozempic, dan Wegovy. Meskipun belum ada konfirmasi langsung bahwa obat GLP-1 benar-benar menyebabkan kerusakan pankreas, jumlah laporan yang terus bertambah memaksa otoritas setempat melakukan studi lanjutan.

Apa Itu Obat GLP-1 dan Cara Kerjanya

Obat-obatan yang termasuk dalam kelas GLP-1 receptor agonists awalnya dikembangkan untuk membantu orang dengan diabetes tipe 2 meningkatkan kontrol gula darah. Belakangan, obat ini juga populer sebagai terapi penurun berat badan karena efeknya yang membantu menekan nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung.

Nama-nama dagang obat yang termasuk dalam kelompok ini antara lain semaglutide (Wegovy, Ozempic) dan tirzepatide (Mounjaro). Obat-obatan ini kini digunakan oleh jutaan orang di Inggris dan beberapa negara lain untuk mengatasi obesitas dan resistensi insulin.

Laporan Pankreatitis Meningkat

Sejak awal 2024 hingga awal 2025, MHRA telah menerima lebih dari seribu laporan kasus pancĀ­reatitis akut dan kronis yang dialami oleh orang-orang yang mengonsumsi obat GLP-1. Dari laporan-laporan tersebut, sekitar 17 kasus berujung kematian dilaporkan, meskipun otoritas menekankan bahwa hubungan sebab akibat langsung masih belum terbukti secara ilmiah.

Pankreatitis adalah kondisi serius di mana pankreas mengalami peradangan hebat, dan gejalanya sering kali mencakup nyeri perut parah yang menyebar ke punggung, mual, muntah, serta demam. Kondisi ini bisa membutuhkan perawatan rumah sakit dan dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani tepat waktu.

MHRA mencatat bahwa gejala-gejala tersebut perlu mendapat perhatian medis segera jika muncul pada pasien yang menggunakan obat GLP-1. Otoritas kesehatan juga meminta masyarakat melaporkan efek samping melalui sistem Yellow Card, yang menjadi skema resmi Inggris untuk mengawasi reaksi obat yang tidak diinginkan.

Saran Hati-Hati pada Pasien dan Dokter

Dalam pembaruan panduan keamanan, MHRA menekankan bahwa walaupun risiko pankreatitis tetap rendah, pasien dan tenaga kesehatan harus waspada terhadap gejala awal gangguan pankreas. Dokter disarankan untuk secara rutin memantau kondisi pasien yang mendapat resep obat GLP-1, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pankreas atau gangguan metabolik lainnya.

MHRA juga mengingatkan dokter agar menanyakan penggunaan obat GLP-1 pada pasien yang datang dengan gejala seperti nyeri perut parah, karena jika obat tersebut menjadi faktor, penghentian penggunaan dan perawatan medis bisa menjadi langkah penting.

Seorang pejabat MHRA mengatakan bahwa meskipun obat GLP-1 membawa manfaat signifikan bagi banyak pasien, keselamatan pasien tetap jadi prioritas utama. ā€œKami terus memantau data terbaru dan bekerja sama dengan peneliti untuk memahami faktor risiko yang mungkin memengaruhi sebagian kecil pengguna,ā€ ujarnya.

Penelitian Genetik dan Studi Lanjutan

Untuk mengetahui apakah ada faktor genetik yang membuat sebagian orang lebih rentan terhadap efek samping ini, MHRA bekerja sama dengan Genomics England dalam sebuah studi yang menggunakan data dari program Yellow Card Biobank. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah variasi genetik bisa memprediksi kemungkinan gangguan pankreas pada pasien yang memakai obat GLP-1.

Studi tersebut juga akan membantu tenaga medis memahami profil risiko pasien secara lebih spesifik dan merancang pendekatan terapi yang lebih aman di masa depan. Walaupun hasil studi belum final, kolaborasi ini menunjukkan langkah proaktif otoritas kesehatan dalam menghadapi kemungkinan efek samping obat yang semakin populer di masyarakat.

Keseimbangan Manfaat dan Risiko

Para ahli kesehatan di Inggris dan internasional sepakat bahwa obat-obatan GLP-1 tetap memiliki peran penting dalam pengobatan diabetes dan obesitas, terutama untuk pasien yang tidak cukup merespons terapi konvensional. Namun mereka juga menekankan bahwa setiap obat memiliki potensi efek samping, dan pemantauan medis secara berkala adalah kunci untuk meminimalkan risiko yang mungkin muncul.

MHRA menyatakan bahwa bagi sebagian besar pasien yang mendapat manfaat signifikan dari obat GLP-1, manfaat jangka panjangnya tetap melebihi risiko efek samping yang jarang terjadi. Namun, kesadaran terhadap gejala pankreatitis serta pelaporan yang cepat dapat membantu memberikan perawatan yang lebih baik dan mengidentifikasi potensi masalah lebih dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *