7 Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa Agar Perut Tidak Perih
Jakarta – Banyak orang memilih buah sebagai menu pertama saat berbuka puasa karena rasanya segar dan dianggap sehat. Namun, tidak semua buah cocok dikonsumsi ketika perut masih kosong setelah seharian berpuasa. Beberapa jenis buah justru dapat memicu iritasi lambung, kembung, hingga rasa lemas jika dimakan langsung saat berbuka.
Laporan dari detikFood menyebutkan bahwa kondisi lambung setelah puasa cenderung sensitif. Pilihan makanan yang kurang tepat bisa membuat perut terasa tidak nyaman. Kandungan asam, serat, gula alami, hingga senyawa tertentu dalam buah dapat memengaruhi respons lambung dan metabolisme tubuh saat pertama kali menerima asupan makanan.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi langsung saat berbuka puasa.
Lambung Sensitif Setelah Puasa
Setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam, lambung berada dalam kondisi kosong dan lebih peka terhadap makanan. Buah memang kaya vitamin dan mineral, tetapi beberapa jenis memiliki karakteristik yang terlalu keras bagi sistem pencernaan dalam kondisi tersebut.
Jika seseorang langsung mengonsumsi buah yang tinggi asam atau serat berat, lambung bisa mengalami iritasi. Dampaknya antara lain rasa perih, mulas, kembung, bahkan gangguan pencernaan ringan.
Berikut tujuh buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka puasa.
1. Buah Citrus
Buah citrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit memiliki kandungan asam tinggi. Ketika seseorang mengonsumsinya saat perut kosong, asam tersebut dapat memicu iritasi lambung.
Efeknya bisa berupa sensasi terbakar di dada (heartburn), perut perih, atau gastritis. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan saat berbuka, padahal tubuh sedang membutuhkan pemulihan energi.
2. Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang memang membantu pencernaan. Namun, sifat enzim ini cukup kuat jika dikonsumsi saat perut kosong.
Selain itu, nanas juga memiliki kandungan asam dan gula alami yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Akibatnya, perut terasa perih dan tidak nyaman setelah berbuka.
3. Apel
Apel terkenal sebagai buah sehat karena kaya serat. Namun, serat dalam apel mentah bisa terasa berat bagi lambung yang kosong.
Jika seseorang langsung makan apel saat berbuka, lambung dapat bekerja lebih keras untuk mencernanya. Hal ini berpotensi menimbulkan kembung serta rasa tidak nyaman pada perut.
4. Pepaya
Pepaya sering dianggap buah terbaik untuk pencernaan. Meski demikian, pada beberapa orang, pepaya bisa memberikan efek laksatif ringan jika dimakan saat perut kosong.
Efek tersebut dapat memicu mulas atau ketidaknyamanan setelah berbuka. Karena itu, pepaya sebaiknya dikonsumsi setelah makanan lain masuk terlebih dahulu ke lambung.
5. Semangka
Semangka memiliki kadar air dan gula alami yang tinggi. Kombinasi ini memang menyegarkan, tetapi dapat menyebabkan lonjakan gula darah ketika dikonsumsi saat berbuka.
Setelah lonjakan tersebut, kadar gula bisa turun dengan cepat sehingga tubuh terasa lemas. Selain itu, konsumsi semangka juga dapat membuat rasa haus kembali muncul.
6. Mangga
Mangga mengandung fruktosa cukup tinggi. Jika dimakan saat perut kosong, kandungan gula tersebut dapat membebani sistem pencernaan.
Beberapa orang bahkan merasakan ketidaknyamanan pada perut atau perubahan energi tubuh setelah mengonsumsinya. Hal ini membuat mangga kurang ideal sebagai makanan pertama saat berbuka.
7. Pisang
Pisang dikenal kaya kalium dan magnesium yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, mineral tersebut bisa mengganggu keseimbangan lambung jika dikonsumsi saat perut kosong.
Akibatnya, perut bisa terasa tidak nyaman. Para ahli menyarankan agar pisang dimakan setelah perut terisi makanan lain agar lebih aman bagi pencernaan.
Cara Aman Mengonsumsi Buah Saat Berbuka
Meski beberapa buah kurang dianjurkan sebagai menu pertama, bukan berarti buah harus dihindari sepenuhnya saat berbuka puasa.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tetap mendapatkan manfaat buah tanpa mengganggu lambung:
- Mulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau sup hangat.
- Berikan jeda beberapa menit sebelum mengonsumsi buah.
- Pilih buah rendah asam sebagai alternatif awal berbuka.
- Hindari porsi berlebihan agar lambung tidak kaget menerima makanan.
Pemilihan makanan yang tepat saat berbuka penting karena tubuh membutuhkan proses adaptasi setelah lama tidak menerima asupan. Dengan langkah yang benar, seseorang dapat menghindari gangguan pencernaan sekaligus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
Pentingnya Pola Berbuka yang Tepat
Berbuka puasa bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar, tetapi juga memulihkan energi tubuh secara bertahap. Sistem pencernaan memerlukan waktu untuk kembali bekerja optimal setelah beristirahat sepanjang hari.
Karena itu, pemilihan menu berbuka harus mempertimbangkan kondisi lambung. Mengonsumsi makanan yang terlalu asam, terlalu manis, atau sulit dicerna dapat mengganggu proses tersebut.
Buah tetap menjadi pilihan sehat, tetapi waktu dan cara konsumsinya perlu diperhatikan. Dengan memahami jenis buah yang sebaiknya tidak dimakan saat perut kosong, masyarakat dapat menjaga kesehatan lambung selama menjalankan ibadah puasa.

