Gaya Hidup

Akses Bebas Visa: Pemegang Paspor Indonesia Kini Dapat Masuk ke 73 Negara

Jakarta — Pemegang paspor Republik Indonesia kini memperoleh hak akses lebih luas ke dunia internasional. Menurut laporan terbaru dari Henley Passport Index, paspor Indonesia mendapat peringkat ke-68 dunia setelah dihitung dari 199 paspor dan 227 destinasi berbeda.
Peringkat ini mencerminkan bahwa pemegang paspor Indonesia dapat memasuki total 73 negara tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu atau dengan fasilitas visa saat kedatangan (voa).

Latar Belakang Indeks Paspor

Indeks ini diterbitkan oleh Henley & Partners, bekerja sama dengan International Air Transport Association (IATA), dan memperbarui data setiap bulan. Peringkat yang lebih tinggi dalam indeks ini menunjukkan bahwa warganegara dari paspor tertentu memiliki akses mobilitas yang lebih bebas — yang secara tidak langsung membuka peluang dalam bidang bisnis, pendidikan, investasi, hingga pariwisata.

Akses Bebas Visa ke 73 Negara

Skema akses berbeda-beda: sebagian negara memberi kebebasan total tanpa visa, sebagian lain memberi visa saat kedatangan (VOA) atau e-Visa/eTA (Electronic Travel Authorization).
Contoh kategori dan wilayahnya antara lain:

  • Asia Tenggara: Negara-negara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Timor-Leste, Vietnam termasuk dalam daftar yang menyediakan akses mudah bagi pemegang paspor Indonesia.
  • Eropa & Eurasia: Beberapa negara seperti Serbia, Albania, Bosnia dan Herzegovina, Georgia (e-Visa), dan Turki juga tercatat memberikan akses bebas visa atau e-Visa.
  • Afrika & Timur Tengah: Daerah seperti Angola, Rwanda, Maroko, Kenya, Oman (VOA) termasuk dalam daftar – sebuah perubahan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
  • Oseania & Pasifik: Negara-negara pulau kecil seperti Fiji, Tuvalu, Kiribati, Kepulauan Marshall memberikan akses bebas visa atau VOA bagi WNI.

Posisi Indonesia di Kawasan

Meskipun telah menjangkau 73 negara, posisi Indonesia dalam kawasan Asia Tenggara masih di pertengahan tingkatan. Sebagai perbandingan:

  • Singapura duduk di peringkat pertama dunia dengan akses ke 192 negara.
  • Malaysia berada di peringkat 12 dunia dengan akses ke 180 negara.
  • Sementara Thailand berada di peringkat 64 dengan akses ke 80 negara dan Filipina di peringkat 74 dengan 64 negara akses.
    Hal ini menandakan bahwa meskipun kemajuan telah terlihat, masih ada ruang perbaikan agar mobilitas global warga Indonesia dapat diperkuat.

Manfaat & Tantangan

Manfaat:

  • Akses lebih banyak negara tanpa visa mempermudah mobilitas untuk keperluan liburan, bisnis, dan pendidikan.
  • Pengakuan internasional yang lebih besar terhadap paspor Indonesia dapat memperkuat posisi diplomasi dan hubungan bilateral.
  • Potensi ekonomi meningkat melalui sektor pariwisata dan investasi lintas negara.

Tantangan:

  • Meskipun akses bebas visa diperoleh, faktor seperti biaya perjalanan, keamanan, dan regulasi negara tujuan tetap menjadi hambatan.
  • Daftar negara terbuka bukan berarti otomatis bebas risiko — bisa ada persyaratan tambahan seperti return ticket, asuransi, atau izin e-Visa sebelumnya.
  • Untuk memperkuat peringkat paspor Indonesia lebih jauh, dibutuhkan kerjasama diplomatik aktif dan pembenahan internal seperti penerapan paspor biometrik dan peningkatan visi ke luar negeri.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah dan pihak terkait bisa mempertimbangkan:

  • Melakukan negosiasi bilateral atau multilateral agar lebih banyak negara memberikan fasilitas bebas visa atau e-Visa bagi WNI.
  • Memperkuat sistem paspor elektronik dan pelayanan imigrasi agar sesuai standar internasional dan dapat meningkatkan kredibilitas paspor Indonesia.
  • Meningkatkan edukasi bagi warga tentang persyaratan perjalanan agar pemanfaatan akses bebas visa dapat optimal dan aman.

Kesimpulan

Data terbaru menunjukkan bahwa pemegang paspor Indonesia kini bisa memasuki 73 negara tanpa visa atau dengan fasilitas visa saat kedatangan, menegaskan berkembangnya mobilitas global bagi warga. Walaupun demikian, posisi Indonesia masih bisa ditingkatkan jika dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan yang aksesnya jauh lebih luas. Akses bebas visa ini menawarkan peluang besar, namun juga menuntut kesiapan dari sisi diplomasi, administrasi, dan kesiapan warga dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *