EkonomiFakta vs MitosGaya Hidup

Fakta vs Mitos: Benarkah Saham Selalu Lebih Untung daripada Deposito?

Di sebuah kafe di Jakarta Selatan, dua teman lama berdebat. Satu ngotot menaruh uangnya di saham karena “pasti lebih untung ketimbang deposito”, sementara yang lain memilih jalur aman: menabung di deposito bank. Perdebatan itu mencerminkan dilema banyak orang: benarkah saham selalu lebih menguntungkan daripada deposito?


Mitos: Saham Selalu Lebih Untung

Di kalangan investor pemula, ada anggapan bahwa saham adalah jalan pintas menuju kekayaan. Media sosial dipenuhi kisah sukses trader yang meraup keuntungan ratusan persen dalam waktu singkat. Narasi ini menumbuhkan mitos bahwa menaruh uang di saham pasti memberikan hasil lebih tinggi ketimbang deposito.

Bahkan, sebagian orang menyepelekan deposito sebagai produk kuno yang “nggak ngasih apa-apa” selain bunga kecil.


Fakta: Potensi Tinggi, Risiko Juga Besar

Secara historis, saham memang memberikan potensi return lebih tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan di atas 10% dalam jangka panjang. Bandingkan dengan deposito yang rata-rata bunganya hanya 3–4% per tahun setelah pajak.

Namun, ada catatan penting: saham tidak selalu untung. Harga saham fluktuatif, bisa anjlok dalam hitungan hari. Krisis 1998, 2008, hingga pandemi 2020 membuktikan bahwa nilai saham bisa turun drastis, membuat investor kehilangan hingga separuh modal dalam sekejap.

Sebaliknya, deposito relatif stabil. Meskipun bunganya kecil, nilai pokoknya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu.


Perbedaan Risiko & Profil Investor

  • Saham: cocok bagi investor dengan toleransi risiko tinggi, modal yang siap ditanam jangka panjang, dan pengetahuan analisis pasar.
  • Deposito: cocok bagi mereka yang mengutamakan keamanan, punya dana darurat, atau ingin penghasilan tetap meski kecil.

Seorang ekonom dari UI pernah menyebut, “Saham bisa jadi kendaraan investasi, tapi bukan berarti semua orang cocok naik mobil balap. Ada yang lebih aman naik bus kota, meskipun jalannya lebih lambat.”


Psikologi Investor

Faktor psikologis juga penting. Banyak investor pemula terlalu cepat panik saat harga saham turun, lalu menjual rugi. Deposito tidak menimbulkan stres semacam itu karena nilai simpanan tidak berfluktuasi.


Kesimpulan

  • Mitos: Saham selalu lebih untung daripada deposito.
  • Fakta: Saham berpotensi memberi keuntungan lebih tinggi, tapi risikonya juga besar. Deposito lebih stabil meski return kecil.

Pilihan akhirnya bergantung pada tujuan keuangan dan profil risiko. Bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi naik-turun pasar, saham bisa unggul. Tetapi bagi mereka yang mengutamakan keamanan dan kepastian, deposito tetap relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *