Fakta vs Mitos

Mitos atau Fakta? Benarkah Lawang Sewu Memiliki Seribu Pintu

Asal-usul Nama Lawang Sewu

https://images.openai.com/static-rsc-3/JBevNeJXO3K4jrqoKtXwhCB4MAj9h-9e2_pdX7OJlcawtl58ndmLOSxS0O_p1u_xet7L7szJ35AXxI4VvquqDi0fn52a2UOcc0Rv9AL2sVw?purpose=fullsize&v=1
https://images.openai.com/static-rsc-3/KMyF2Mir_aQqxCUk4jFq21-nfAti9H3DJy-I_llyJcNNHwu3zxlc2fAnNMow3BUxAP-M5CrrQL7SPJOfXtbGYAxEM7kSGb4BrZE_vUnE02Q?purpose=fullsize&v=1
https://previews.123rf.com/images/ximagination/ximagination1804/ximagination180401085/100090419-semarang-indonesia-april-18-2018-big-hall-of-lawang-sewu-with-many-windows-and-doors.jpg

4

Bangunan bersejarah Lawang Sewu merupakan salah satu ikon kota Semarang. Nama “Lawang Sewu” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu.”

Julukan tersebut muncul karena bangunan ini memiliki sangat banyak pintu dan jendela yang bentuknya tinggi serta lebar. Dari kejauhan, jendela-jendela tersebut sering terlihat seperti pintu sehingga masyarakat menyebutnya sebagai bangunan dengan “seribu pintu”.

Namun, apakah benar jumlah pintunya mencapai seribu?


Sejarah Pembangunan Lawang Sewu

Bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1904 oleh perusahaan kereta api kolonial Belanda, yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij.

Lawang Sewu dirancang oleh arsitek Belanda Cosman Citroen dan Pieter F. A. Moojen, yang terkenal dengan gaya arsitektur kolonial khas Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis.

Pada masa itu, bangunan ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Belanda di Hindia Belanda.

Ciri khas bangunan ini adalah:

  • Jendela besar dan tinggi
  • Koridor panjang
  • Ventilasi besar untuk sirkulasi udara
  • Desain simetris khas arsitektur kolonial

Apakah Benar Ada 1000 Pintu?

Secara faktual, Lawang Sewu tidak memiliki seribu pintu.

Jumlah pintu sebenarnya jauh lebih sedikit dari angka tersebut. Julukan “seribu pintu” muncul karena:

  1. Banyaknya jendela besar yang terlihat seperti pintu
  2. Desain bangunan yang memiliki koridor panjang dengan banyak bukaan
  3. Perspektif visual yang membuat bangunan tampak memiliki sangat banyak pintu

Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah pintu dan jendela di Lawang Sewu memang banyak, tetapi tidak mencapai angka 1000.


Lawang Sewu dan Kisah Mistis

Selain dikenal karena arsitekturnya, Lawang Sewu juga sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis.

Bangunan ini pernah digunakan sebagai penjara oleh tentara Jepang pada masa pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II. Ruang bawah tanahnya bahkan pernah dipakai sebagai tempat penahanan.

Karena sejarah kelam tersebut, muncul berbagai cerita urban legend yang membuat Lawang Sewu dikenal sebagai salah satu bangunan paling angker di Indonesia.

Namun, saat ini bangunan tersebut telah direstorasi dan menjadi objek wisata sejarah populer.


Jadi, Mitos atau Fakta?

Kesimpulannya, Lawang Sewu tidak benar-benar memiliki seribu pintu.

Nama tersebut hanyalah julukan yang muncul dari banyaknya jendela dan pintu yang membuat bangunan ini terlihat memiliki “seribu bukaan”.

Meski demikian, Lawang Sewu tetap menjadi salah satu bangunan kolonial paling bersejarah di Indonesia dan menjadi simbol penting perkembangan kota Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *