Fakta vs MitosSains

Fakta vs Mitos: Benarkah Melihat Gerhana Matahari Bikin Mata Rusak Total?

JAKARTA, 24 November 2025 — Ketika fenomena gerhana matahari terjadi, satu peringatan keras selalu bergaung: jangan pernah melihatnya secara langsung, mata Anda bisa rusak! Kekhawatiran ini bukanlah isapan jempol, tetapi seringkali disalahartikan. Banyak yang percaya bahwa ada energi “aneh” atau “berbahaya” yang muncul khusus saat gerhana terjadi, yang siap membakar retina dalam sekejap.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah melihat gerhana itu lebih berbahaya daripada melihat matahari di hari biasa? Jawabannya terletak pada cara kerja mata kita dan radiasi yang dipancarkan matahari, yang sejatinya berbahaya setiap saat, bukan hanya saat gerhana.

Mitos 1: Matahari Saat Gerhana Memancarkan Radiasi Khusus yang Lebih Kuat

FAKTA: Matahari saat gerhana tidak memancarkan radiasi yang berbeda atau lebih kuat dari biasanya. Bahaya kerusakan retina tetap berasal dari intensitas cahaya Matahari yang normal.

Poin Krusial: Efek Pin Hole.

  1. Sinar UV dan IR: Matahari memancarkan sinar ultra-violet (UV) dan infra-merah (IR) yang dapat merusak sel-sel saraf pada retina. Kerusakan ini disebut Solar Retinopathy

. 2. Mekanisme Refleks Normal: Pada hari biasa, ketika Matahari bersinar penuh, refleks alami kita—yaitu menyipitkan mata dan menoleh—bekerja dengan baik karena cahayanya terlalu menyilaukan. Refleks ini melindungi retina kita. 3. Gerhana Menghilangkan Refleks: Saat gerhana matahari parsial atau sebagian, Bulan menutupi Matahari. Kecerahan total Matahari berkurang, membuat kita merasa nyaman melihatnya. Ini adalah jebakan! Pupil mata kita akan melebar (seperti di tempat gelap) dan menerima lebih banyak cahaya, termasuk sinar UV dan IR berbahaya dari bagian Matahari yang tersisa, tanpa adanya refleks menyipit.

Justru kenyamanan visual saat gerhana inilah yang berbahaya. Kita menatap sumber radiasi kuat lebih lama dan tanpa perlindungan, yang tidak mungkin kita lakukan di hari biasa.

Mitos 2: Kerusakan Mata Hanya Terjadi Pada Gerhana Matahari Total

FAKTA: Bagian paling berbahaya adalah gerhana parsial (sebagian) dan fase awal/akhir gerhana total.

Ketika gerhana mencapai fase totalitas (Bulan menutupi Matahari 100%), hanya korona Matahari yang terlihat. Korona ini memancarkan cahaya yang sangat redup dan umumnya aman dilihat dengan mata telanjang selama durasi totalitas yang singkat (sekitar 2-3 menit).

Namun, bahaya kembali muncul saat Matahari baru mulai muncul lagi setelah totalitas (fase akhir), atau saat masih dalam fase parsial. Pada fase inilah kita cenderung melepas kacamata pelindung karena Matahari belum terasa menyilaukan, padahal radiasi UV dan IR yang datang sudah cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan permanen pada retina (Solar Retinopathy).

Fakta Ilmiah: Kerusakan Retina Bersifat Permanen

Kerusakan retina akibat sinar Matahari adalah kondisi serius yang disebut Solar Retinopathy.

  • Proses Kerusakan: Radiasi UV dan IR memicu reaksi fotokimia di sel-sel retina (khususnya di bagian Makula yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral). Reaksi kimia ini merusak fotoreseptor.
  • Gejala: Kerusakan ini biasanya tidak terasa sakit, tetapi gejalanya baru terasa beberapa jam hingga sehari setelah melihat gerhana. Gejala umum termasuk pandangan buram, munculnya titik hitam permanen di tengah pandangan (scotoma), dan distorsi warna.
  • Permanen: Karena retina tidak memiliki reseptor rasa sakit dan sel saraf retina tidak dapat beregenerasi, kerusakan akibat Solar Retinopathy seringkali bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan dengan kacamata atau operasi.

Kesimpulan: Mitos bahwa melihat gerhana berbahaya adalah Fakta, tetapi alasannya bukan karena radiasi “aneh.” Bahayanya terletak pada hilangnya refleks alami yang membuat kita menatap sumber radiasi kuat lebih lama. Selalu gunakan kacamata gerhana bersertifikat atau teknik proyeksi (seperti pinhole camera) saat melihat Matahari, di waktu kapan pun, kecuali saat totalitas penuh.

Related Keywords gerhana matahari bahaya, solar retinopathy, retina rusak, melihat matahari, kacamata gerhana, bahaya UV IR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *