EkonomiFakta vs MitosGaya Hidup

Fakta vs Mitos: Benarkah Menyimpan Uang di Celengan Lebih Aman daripada di Bank?

Kebiasaan menabung di celengan sudah ada sejak lama di masyarakat Indonesia. Dari kaleng biskuit, celengan tanah liat, hingga kotak besi dengan kunci sederhana, banyak orang merasa cara ini lebih praktis dan aman. Bahkan, ada anggapan bahwa menyimpan uang di celengan lebih aman daripada di bank karena terhindar dari potongan administrasi maupun risiko kebijakan bank.

Namun, apakah benar celengan memberikan keamanan lebih besar dibanding bank?


Mitos: Celengan Lebih Aman karena Uang “Ada di Tangan Sendiri”

Bagi sebagian orang, menabung di celengan dianggap lebih aman karena uang tetap berada di rumah, mudah diakses, dan tidak “tergantung” pada lembaga keuangan. Tidak ada potongan biaya administrasi, tidak perlu antre, dan tabungan bisa langsung diambil kapan pun.

Anggapan ini menumbuhkan mitos bahwa bank hanya menguntungkan pihak lembaga, sementara masyarakat kecil lebih baik menabung secara tradisional.


Fakta: Celengan Punya Risiko Lebih Tinggi

Secara faktual, menyimpan uang di celengan justru lebih berisiko. Beberapa alasan utamanya adalah:

  1. Risiko pencurian dan kebakaran
    Uang tunai di rumah tidak dilindungi lembaga asuransi atau jaminan hukum. Jika rumah kemalingan atau terbakar, uang bisa lenyap tanpa ganti rugi.
  2. Nilai uang tergerus inflasi
    Uang yang diam di celengan tidak bertambah, sementara harga barang dan jasa terus naik. Akibatnya, nilai riil tabungan berkurang dari waktu ke waktu.
  3. Tidak ada catatan resmi
    Menabung di celengan tidak memiliki bukti hukum. Jika hilang, sulit untuk menuntut atau memulihkan kerugian.
  4. Godaan konsumtif
    Uang di rumah lebih mudah diambil untuk kebutuhan mendadak, sehingga sulit mencapai target menabung jangka panjang.

Bank: Lembaga Resmi dengan Jaminan

Sebaliknya, menyimpan uang di bank memiliki sejumlah keunggulan keamanan:

  • Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat.
  • Terdapat bunga atau bagi hasil yang membuat uang tumbuh, meski nilainya relatif kecil.
  • Tersedia catatan transaksi resmi yang diakui hukum.
  • Fasilitas modern seperti ATM, mobile banking, hingga kartu debit, memudahkan akses tanpa harus membawa uang tunai besar.

Dengan demikian, bank tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga instrumen untuk menjaga nilai dan keamanan aset masyarakat.


Kesimpulan

  • Mitos: Menyimpan uang di celengan lebih aman daripada di bank.
  • Fakta: Celengan justru menyimpan risiko besar—mulai dari kehilangan fisik hingga inflasi. Bank lebih aman karena ada jaminan LPS, sistem keamanan, dan catatan hukum yang jelas.

Celengan memang bisa digunakan untuk mengajarkan anak-anak menabung, atau menyimpan uang receh harian. Namun untuk menyimpan tabungan utama, bank tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan rasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *