Ekonomi

Indonesia Buka Keran Ekspor Durian Beku ke China, Siap Saingi Thailand dan Vietnam

Pemerintah Indonesia resmi membuka jalur ekspor durian beku ke China, dengan delapan perusahaan lokal telah lolos verifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pangsa pasar komoditas unggulan dan menyaingi dominasi Thailand dan Vietnam di pasar durian global.


Protokol Ekspor Durian ke China

Pada 25 Mei 2025, Indonesia menandatangani protokol ekspor durian beku dengan General Administration of Customs of China (GACC).
Kesepakatan ini membuka peluang bagi delapan perusahaan nasional yang telah terverifikasi untuk mengirim durian beku langsung ke China.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya Pradewo, menyatakan bahwa pembukaan jalur ekspor ini adalah langkah strategis karena permintaan durian di China terus meningkat pesat.


Permintaan Durian di China Melejit

Durian semakin populer di kalangan konsumen China, terutama setelah diolah menjadi produk-produk inovatif seperti kue durian, teh durian, kopi durian, hingga hot pot durian.
Di pasar domestik China, durian tanpa kulit dijual dengan harga sekitar 70 hingga 200 yuan per buah, atau setara Rp 165 ribu hingga Rp 471 ribu.

Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyebut bahwa Indonesia memiliki keunggulan alamiah, seperti iklim tropis dan keanekaragaman varietas durian, yang memungkinkan suplai berkualitas tinggi sepanjang tahun.


Potensi Alamiah Indonesia

Indonesia mempunyai keunggulan kompetitif dalam industri durian. Dari 27 spesies durian di dunia, 21 spesies berasal dari Indonesia, menurut CNA.id.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat adanya 114 varietas unggul durian lokal hasil pemuliaan domestik hingga 2024.
Kondisi iklim tropis dan luas lahan produksi di berbagai pulau seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi memberikan keuntungan besar agar Indonesia bisa memasok durian berkualitas unggul secara berkelanjutan.


Peluang dan Tantangan di Tengah Persaingan

Thailand masih menjadi pemasok durian utama ke China, meski ekspornya turun sebesar 12,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Vietnam juga menunjukkan pertumbuhan cepat: ekspor durian Vietnam naik 49,4 persen, meski harga rata-ratanya menurun.

Dalam konteks ini, Indonesia melihat momen strategis untuk masuk ke pasar China tanpa perantara dan meningkatkan margin keuntungan ekspor.

Namun, para pakar juga mencatat sejumlah hambatan. Salah satu kendala utama adalah logistik dan jarak pengiriman — durian segar dari Indonesia butuh waktu lebih lama sampai ke China dibandingkan durian dari negara lain sehingga bisa menurunkan kualitas.
Selain itu, standarisasi mutu dan proses pembekuan durian harus diperkuat agar sesuai dengan regulasi dan selera pasar China.


Dukungan dari Asosiasi Internasional

Asosiasi Durian Internasional turut mendukung upaya Indonesia untuk menggenjot ekspor durian ke China. Mereka menawarkan transfer teknologi, standarisasi mutu, serta dukungan dalam pengembangan merek durian Indonesia di pasar global.

Menurut Liu Feng, Sekretaris Jenderal Asosiasi tersebut, kebangkitan durian Indonesia di pasar dunia bisa menjadi “fase baru” dalam peta industri durian global.


Produksi Nasional dan Realisasi Ekspor Sebelumnya

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi durian nasional pada 2024 mencapai 1,96 juta ton — angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Sebelumnya, Indonesia telah mengekspor sekitar 600 ton durian beku ke negara seperti Thailand dan Hong Kong.

Menurut para pejabat dan pelaku industri perkebunan, ekspor langsung ke China bisa meningkatkan keuntungan ekspor dibandingkan saat ekspor ke negara perantara. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut bahwa ekspor langsung bisa menaikkan margin keuntungan dari sekitar 10% menjadi 30%.


Pandangan Pakar dan Strategi ke Depan

Pakar ekonomi pertanian menyatakan bahwa Indonesia berada di posisi kuat untuk memperluas ekspor durian beku ke China, asalkan didukung dengan kebijakan yang tepat dan perbaikan rantai pasok.
Dukungan pemerintah dan asosiasi durian pun dinilai kritikal untuk mengatasi tantangan logistik dan mutu, sekaligus memastikan keberlanjutan ekspor jangka panjang.


Kesimpulan

Dengan penandatanganan protokol ekspor beku ke China dan verifikasi delapan perusahaan durian, Indonesia mengambil langkah penting untuk memperkuat posisinya di pasar durian global.
Meski menghadapi persaingan dari Thailand dan Vietnam, potensi alamiah Indonesia — dari keragaman spesies durian hingga produksi skala besar — menjadi modal kuat. Untuk memaksimalkan peluang ini, Indonesia perlu memperkuat proses pembekuan, logistik, dan standar mutu, serta terus bekerja sama dengan asosiasi internasional untuk memperkuat merek durian lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *