BudayaGaya HidupInsight Lokalđź“° Kilasan Harian

7 Tren Makanan yang Diprediksi Naik Daun di 2026: Dari Serat hingga Liburan Sehat

JAKARTA kilasjurnal.id — Dunia kuliner terus berevolusi mengikuti gaya hidup, selera, dan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Memasuki tahun 2026, sejumlah tren makanan diprediksi akan semakin populer di kalangan konsumen Indonesia dan global. Tren-tren ini bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan gaya hidup sehat, praktis, dan pengalaman makan yang lebih bermakna.

Mengutip prediksi dari berbagai sumber tren kuliner terpercaya seperti EatingWell, berikut tujuh tren makanan utama yang diprediksi bakal naik daun sepanjang 2026 — mulai dari pergeseran fokus dari protein ke serat, hingga cara menikmati makanan yang lebih berkelanjutan dan penuh makna.


1. Serat Mulai Saingi Popularitas Protein

Selama beberapa tahun terakhir, protein sering dianggap sebagai tokoh utama dalam pola makan sehat. Namun pada 2026, serat diyakini bakal menyaingi bahkan mungkin melampaui popularitas protein sebagai elemen kunci dalam makanan sehat. Fokus pada pencernaan dan kesehatan usus mendorong makanan tinggi serat menjadi pilihan utama konsumen yang sadar kesehatan.

Serat tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada pengendalian gula darah dan kesehatan jantung — manfaat yang semakin dicari generasi modern. Berbagai makanan tinggi serat seperti legum, biji-bijian, oat, dan sayuran berserat diperkirakan akan muncul dalam berbagai menu populer, baik di rumah maupun restoran.


2. Rasa Global Masuk ke Dapur Rumahan

Tren kedua terlihat dari makin meluasnya rasa global di dapur rumahan. Eksplorasi cita rasa dari berbagai belahan dunia — seperti bumbu Timur Tengah, rempah Asia, maupun kombinasi rasa unik Amerika Latin — kini tak lagi eksklusif di restoran mewah, tapi juga tersedia dalam bentuk bumbu siap pakai dan resep mudah di rumah.

Hal ini membuka kesempatan bagi konsumen Indonesia untuk mengeksplorasi fusion cuisine atau permainan rasa internasional yang dipadu dengan bahan lokal. Misalnya, penggabungan rempah Nusantara dengan teknik memasak Vietnam atau Meksiko menjadi menu baru yang inovatif dan mudah dibuat di rumah.


3. Makanan Sehat Praktis: “Healthy in a Hurry”

Gaya hidup modern yang sibuk membuat banyak orang mencari makanan sehat yang cepat disiapkan tanpa mengorbankan nilai gizi. Tren yang disebut healthy in a hurry ini mencakup makanan siap santap yang bergizi, bahan makanan yang mudah diolah, hingga produk makanan beku yang sehat dan berkualitas.

Misalnya, sarapan sehat siap saji, piring makan bergizi tinggi yang bisa dipanaskan dalam beberapa menit, atau paket makan siap olah yang memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang. Tren ini bukan hanya memudahkan konsumen, tetapi juga mendorong industri makanan untuk berinovasi dalam membuat produk sehat yang tetap praktis.


4. Minuman Bukan Sekadar Pelepas Dahaga

Pada 2026, tren minuman juga bergerak melewati fungsi dasar hidrasi. Konsumen kini mencari pengalaman minum sensorial, dengan tekstur, busa, dan sensasi unik yang menambah kenikmatan. Tren yang sering disebut sensory sips ini mencakup minuman seperti ginger shots dengan kombinasi buah, jus unik, hingga versi kreatif kopi dan teh yang memiliki lapisan rasa berbeda.

Sensasi ini menunjukkan bahwa minuman kini bukan sekadar penyegar, tetapi bagian dari pengalaman kuliner — dari minuman fungsional yang baik untuk kesehatan hingga kreasi baru yang memanjakan indera.


5. Pewarna Alami Makin Dilirik

Konsumen semakin sadar tentang bahan yang mereka konsumsi, termasuk pewarna makanan. Tren makanan 2026 menunjukkan peningkatan minat terhadap pewarna alami karena dianggap lebih aman dibanding pewarna sintetis, sekaligus memberikan tampilan menarik pada makanan dan minuman.

Pewarna alami yang berasal dari buah-buahan, sayuran, atau bunga seperti bit, kunyit, spirulina, dan bunga telang tidak hanya mempercantik tampilan makanan, tetapi juga menghadirkan nilai nutrisi tambahan. Hal ini mendorong produsen makanan dan restoran untuk berinovasi tanpa menggunakan pewarna buatan.


6. Liburan sambil Mengutamakan Makanan Sehat

Perubahan gaya hidup tidak hanya mempengaruhi apa yang kita makan di rumah, tetapi juga cara kita makan saat bepergian. Tren liburan di 2026 diprediksi akan semakin menekankan pengalaman kuliner sehat sebagai bagian penting dari agenda wisata.

Wisata kuliner tak lagi sekadar soal mencicipi makanan lokal populer, tetapi juga melibatkan kegiatan seperti kelas memasak sehat, eksplorasi pasar lokal, serta aktivitas fisik yang terintegrasi dengan makanan seimbang. Hal ini mencerminkan kesadaran global bahwa hidup sehat merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman liburan.


7. Legum dan Kacang-kacangan Naik Daun

Terakhir, legum dan kacang-kacangan diprediksi menjadi bintang baru di dapur 2026. Bahan makanan seperti lentil, kacang polong, kacang merah, dan edamame dipilih karena kaya nutrisi, protein nabati, serta serat yang tinggi — cocok dengan tren kesehatan yang makin dominan.

Kacang-kacangan dapat diolah dalam berbagai cara — dari campuran salad, sup bergizi, hingga camilan sehat — menjadikannya bagian utama dari pola makan yang seimbang dan beragam. Konsumsi legum sebagai pengganti atau pelengkap protein hewani juga semakin populer karena manfaatnya bagi kesehatan jantung dan pencernaan.


Mengapa Tren Ini Muncul di 2026?

Prediksi tren makanan 2026 mencerminkan perubahan besar dalam kesadaran konsumen terhadap kesehatan, pengalaman makan, dan keberlanjutan. Fokus pada serat, makanan sehat praktis, dan bahan alami menunjukkan bahwa orang semakin mengutamakan pola makan yang tidak hanya enak, tetapi juga berdampak baik bagi tubuh dan planet.

Selain itu, tren cita rasa global dan liburan sehat menunjukkan bahwa makanan juga menjadi media eksplorasi budaya dan pengalaman, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan. Penikmat kuliner kini ingin food experience yang lengkap — dari cerita di balik makanan hingga bagaimana itu dapat menunjang gaya hidup mereka.


Harapan untuk Industri Makanan dan Pengusaha Kuliner

Bagi pelaku industri makanan dan pengusaha kuliner, prediksi tren 2026 adalah peluang untuk berinovasi. Produk baru yang menggabungkan kesehatan, rasa unik, dan pengalaman sensorial memiliki peluang besar untuk sukses di pasaran. Baik itu restoran yang menggabungkan cita rasa global, usaha kecil yang menawarkan makanan sehat siap santap, maupun produsen minuman sensorial kreatif — semuanya dapat meraih perhatian konsumen yang terus berubah.


Kesimpulan

Tren makanan 2026 menunjukkan bahwa kuliner masa depan akan semakin berfokus pada keseimbangan antara kesehatan, kepraktisan, pengalaman rasa, dan nilai estetika. Dari meningkatnya konsumsi serat, masuknya rasa global ke dapur rumah, hingga pengalaman makan selama liburan, semuanya mencerminkan perubahan gaya hidup konsumen yang dinamis dan cerdas.

Menyadari tren-tren ini dapat membantu konsumen membuat pilihan makanan yang lebih baik, sementara para pelaku industri dapat merancang produk atau menu yang relevan dan berdaya saing tinggi di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *