Surat Cinta Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Pompeii, Ungkap Cerita Romawi Kuno
Pompeii, Italia —
Pompeii kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti mengidentifikasi sejumlah inskripsi cinta kuno — atau yang bisa dianggap sebagai “surat cinta” — yang tertulis lebih dari 2.000 tahun lalu pada sebuah dinding di situs arkeologi bersejarah tersebut. Temuan ini tidak hanya memperkaya katalog pengetahuan tentang Pompeii, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang kehidupan emosional dan sosial masyarakat Romawi kuno.
Lokasi Penemuan dan Latar Belakang
Temuan itu berada di sebuah koridor yang menghubungkan distrik teater Pompeii dengan salah satu jalan utama, Via Stabiana — area yang sudah lama ditelusuri oleh arkeolog namun menyimpan rahasia tersembunyi. Meskipun bagian itu telah digali lebih dari dua abad yang lalu, teknologi baru membuat pesan-pesan halus yang luruh akibat waktu akhirnya terbaca kembali.
Pompeii sendiri adalah kota Romawi yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, yang kemudian membekukan kehidupan hariannya di bawah lapisan abu vulkanik. Ribuan artefak, mulai dari rumah, alat makan, hingga grafiti—catatan tulisan di dinding—telah ditemukan di seluruh area situs yang kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Apa yang Ditulis dalam “Surat Cinta” Itu?
Para peneliti menemukan beberapa tulisan yang menunjukkan ekspresi cinta dan perasaan personal. Berikut adalah sebagian dari pesan tertua tersebut, yang kini dapat dibaca dengan bantuan teknik modern:
- “Aku sedang terburu-buru; hati-hati, Sava-ku, pastikan kau mencintaiku!”
- “Methe, (budak) dari Cominia, Atella, mencintai Cresto di dalam hatinya.”
- “Semoga Venus Pompeii berpihak kepada mereka berdua dan semoga mereka selalu hidup dalam harmoni.”
Kata-kata ini menunjukkan bahwa warga Pompeii kuno tidak hanya menuliskan hal-hal umum, tetapi juga perasaan cinta, harapan, dan relasi personal — bukti bahwa hubungan manusia di masa lalu tidak jauh berbeda dari kita saat ini dalam hal ekspresi emosi.
Peran Teknologi dalam Mengungkap Warisan Kuno
Penemuan ini tidak mungkin terjadi tanpa kemajuan teknologi modern. Para peneliti menerapkan teknik yang dikenal sebagai Reflectance Transformation Imaging (RTI), sebuah metode fotografi pencahayaan khusus yang dapat menangkap tekstur dan detail permukaan secara ekstrem dari berbagai sudut. Dengan cara ini, tulisan yang telah memudar atau hampir tidak terlihat karena usia dapat diungkap kembali dengan jelas.
Selain itu, para peneliti saat ini tengah mengembangkan platform digital 3D yang akan memetakan dan mengintegrasikan data dari foto, model, dan metadata epigrafi. Sistem ini diharapkan akan memungkinkan publik dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajari artefak grafiti kuno secara online dengan tingkat detail yang tinggi.
Pesan yang Lebih Dari Sekadar Kata
Walaupun istilah surat cinta mungkin terdengar modern, pesan-pesan ini lebih tepat disebut sebagai grafiti Romawi — catatan yang dibuat oleh orang biasa dan tertulis langsung pada dinding. Selama bertahun-tahun, tulisan-tulisan serupa telah ditemukan di berbagai tempat di Pompeii, menggambarkan kehidupan sehari-hari, komentar sosial, serta pesan pribadi seperti yang ditemukan kali ini.
Salah satu contoh lain dari makna yang mendalam adalah tulisan yang merujuk pada nama “Erato”, seorang tokoh yang tampaknya mengekspresikan cinta terhadap seseorang — namun bagian lengkap dari pesan itu sendiri belum sepenuhnya terungkap. Adanya nama, ungkapan, hingga harapan dari tulisan-tulisan ini membantu para arkeolog menelusuri jejak personal kehidupan warga Pompeii yang dulunya hidup dengan cara yang tak jauh berbeda dari manusia masa kini.
Pentingnya Pelestarian dan Pemahaman Sejarah
Direktur Taman Arkeologi Pompeii, Gabriel Zuchtriegel, menekankan bahwa penemuan semacam ini merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak ternilai. Ia mengatakan bahwa lebih dari 10.000 grafiti dan tulisan terhitung tersebar di seluruh Pompeii, dan masing-masing merupakan potongan kecil dari kehidupan masyarakat kuno yang harus dipelihara dan dipahami.
Zuchtriegel juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi adalah kunci agar warisan semacam ini tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang. Menurutnya, tanpa penggunaan metode modern seperti RTI dan pemetaan digital, banyak detail sejarah — termasuk pesan emosional seperti cinta dan harapan — akan terus hilang dalam debu waktu.
Apa Makna Penemuan Ini?
Temuan surat cinta kuno bukan hanya sekedar lengkungan huruf pada dinding batu. Ini adalah cerminan emosi manusia, relasi interpersonal, dan kehidupan sosial dari masyarakat yang hidup dua milenium lalu. Pesan ini menunjukkan bahwa orang-orang Pompeii kuno tidak hidup dalam kesunyian sejarah, tetapi berbicara secara personal — cahaya kecil dari masa lalu yang kini kembali terdengar.
Dengan teknologi terus berkembang, kemungkinan besar akan ada lebih banyak penemuan serupa yang mengungkap bagaimana manusia berbicara, mencintai, dan berinteraksi di masa lalu. Setiap goresan kecil dalam batu di Pompeii kini menjadi bagian dari lore besar sejarah dunia, menghubungkan kita dengan jiwa-jiwa yang sudah lama berlalu.

