Update Harga Perak Hari Ini 14 Februari 2026: Harga Naik Signifikan – Cek Antam & Galeri 24
Jakarta, 14 Februari 2026 – Harga perak batangan di Indonesia pada Sabtu (14/2/2026) kembali mencatatkan rebound setelah sebelumnya anjlok tajam. Data terbaru menunjukkan bahwa harga perak mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, menjadi perhatian para investor logam mulia, kolektor, dan pelaku pasar logam mulia di seluruh Nusantara.
Perak sendiri merupakan salah satu logam mulia yang sering dipilih sebagai aset investasi alternatif selain emas, karena sifatnya yang likuid dan permintaan dunia yang terus berkembang. Kondisi harga pada periode ini juga dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta sentimen ekonomi domestik.
Kenaikan Harga Perak Hari Ini
Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) — yang menjadi acuan nasional — mencatat nilai rebound signifikan pada 14 Februari 2026, naik dari posisi terendah beberapa hari sebelumnya, di kisaran Rp48.000 – Rp51.050 per gram. Pergerakan ini menunjukkan bahwa perak kembali menarik minat pelaku pasar setelah sebelumnya terdapat tekanan yang membuat harganya turun.
Harga perak Antam sendiri dijadikan patokan utama oleh investor logam mulia dan pedagang, karena mencerminkan harga pasar domestik yang paling update.
Harga Perak di Pasar Ritel dan Galeri 24
Selain harga acuan nasional, harga perak yang dipasarkan melalui jaringan ritel seperti Galeri 24 — anak usaha dari institusi logam mulia dan Pegadaian — juga menunjukkan tren positif. Estimasi harga perak di Galeri 24 mencakup berbagai ukuran logam mulia, mulai dari perak 1 gram hingga 1 kilogram, dengan kisaran harga yang cukup menarik bagi investor kecil hingga besar:
| Ukuran Perak | Estimasi Harga Retail (Galeri 24) |
|---|---|
| 1 gram | Rp111.000 – Rp147.200 |
| 10 gram | Rp884.167 |
| 100 gram | Rp 7.700.000 – Rp 11.487.500 |
| 1 kilogram | Rp 85.800.000 – Rp 98.900.000 |
Harga di atas menunjukkan bahwa permintaan terhadap perak fisik masih kuat di pasar domestik, terutama untuk ukuran yang lebih besar.
Analisis Pasar Internasional
Harga perak dalam pasar internasional (spot) juga menunjukkan performa yang positif saat ini. Data terakhir mencatat bahwa harga spot perak berada di kisaran US$77,23 per ounce, setara dengan lebih dari Rp2.480 per gram jika dikonversi. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 140% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menempatkan perak sebagai salah satu komoditas investasi menarik di 2026.
Peningkatan harga logam mulia ini diyakini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk permintaan industri, kebijakan moneter global, serta perubahan dalam alokasi aset investasi akibat fluktuasi pasar saham dan obligasi.
Harga Perak Sebelum Rebound
Sebelumnya, harga perak sempat merosot dalam beberapa hari terakhir — salah satunya pada 13 Februari 2026, di mana harga perak batangan yang diproduksi Antam tercatat mengalami penurunan signifikan dari hari sebelumnya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran sebagian investor, karena penurunan harga logam mulia biasanya mencerminkan tekanan pasar global atau pelemahan permintaan investor jangka pendek.
Pergerakan harga ini menunjukkan betapa dinamisnya pasar logam mulia dan pentingnya memantau harga harian demi menentukan strategi investasi yang optimal.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Perak
🔹 Sentimen Pasar Global
Perak merupakan komoditas yang sangat responsif terhadap kondisi pasar global. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, misalnya karena kebijakan moneter global atau geopolitik, investor sering beralih ke logam mulia sebagai aset aman. Hal ini berdampak positif pada harga perak dan emas secara umum.
🔹 Permintaan Industri
Selain sebagai logam komoditas investasi, perak juga memiliki banyak penggunaan dalam industri elektronik, fotografi, dan panel surya. Permintaan dari sektor-sektor ini dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga perak di pasar.
🔹 Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral
Kebijakan fiskal dan moneter suatu negara, termasuk tingkat suku bunga dan kebijakan pajak, juga dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia seperti perak.
Perbandingan dengan Harga Emas
Meskipun fokus utama artikel ini adalah harga perak, pergerakan harga emas batangan pada tanggal yang sama bisa menjadi acuan komparatif. Pada 14 Februari 2026, harga emas Antam tercatat naik tajam ke sekitar Rp2.954.000 per gram, menunjukkan permintaan logam mulia yang kuat di tengah tren kenaikan harga emas global.
Perbandingan antara harga emas dan perak penting bagi investor yang mempertimbangkan alokasi aset logam mulia dalam portofolio mereka, terutama jika mempertimbangkan rasio emas terhadap perak atau gold-to-silver ratio untuk penilaian nilai investasi relatif.
Tips Investasi Perak di Tengah Volatilitas
Bagi investor yang ingin memanfaatkan momen rebound ini, berikut sejumlah tips yang layak dipertimbangkan:
📍 Pantau Tren Harga dan Data Harian
Karena harga perak sangat dinamis, ada baiknya investor memantau harga harian dari sumber resmi seperti Antam dan Galeri 24, serta data pasar spot global untuk memahami pembentukan harga.
📍 Pertimbangkan Jangka Waktu Investasi
Perak cocok bagi investor jangka menengah hingga panjang, terutama apabila dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
📍 Sesuaikan dengan Portofolio
Seiring kenaikan harga logam mulia lain seperti emas, investor disarankan menyesuaikan persentase perak dalam portofolio mereka untuk mengurangi risiko pasar.
📍 Perhatikan Biaya dan Pajak
Pembelian perak batangan di Indonesia dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) dan kadang biaya sertifikasi atau margin retail, tergantung pada tempat pembelian. Hal ini perlu dihitung dalam keputusan jual atau beli.
Kesimpulan
Harga perak batangan pada 14 Februari 2026 kembali menunjukkan tren positif setelah mengalami fluktuasi beberapa hari sebelumnya. Harga Antam mencatat rebound, sementara estimasi harga di outlet ritel seperti Galeri 24 menunjukkan angka menarik untuk berbagai ukuran perak batangan.
Analisis pasar juga menunjukkan bahwa permintaan perak di pasar global tetap kuat dan didukung oleh faktor ekonomi makro serta kebutuhan industri, yang turut memengaruhi harga domestik. Investor disarankan untuk memantau harga harian dan mempertimbangkan tujuan investasi mereka sebelum membuat keputusan transaksi di tengah volatilitias pasar logam mulia saat ini.

