Fakta vs MitosGaya Hidupmitos atau faktaSosialšŸ„ Kesehatan

Mitos atau Fakta: Minum Teh Setelah Makan Menghambat Penyerapan Zat Besi?

Minum teh setelah makan adalah kebiasaan yang sangat umum. Rasanya segar, membantu ā€œmembersihkanā€ mulut, dan dianggap menenangkan pencernaan. Namun, sering terdengar peringatan: minum teh setelah makan bisa menghambat penyerapan zat besi.

Apakah ini hanya mitos turun-temurun, atau memang ada dasar ilmiahnya?

Dari Mana Anggapan Ini Berasal?

Anggapan ini muncul karena teh—terutama teh hitam dan teh hijau—mengandung tanin, senyawa alami yang dapat berikatan dengan mineral tertentu di dalam usus.

Ikatan ini membuat mineral tersebut lebih sulit diserap tubuh, termasuk zat besi.

Fakta Ilmiah: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

šŸ‘‰ Fakta:
Minum teh memang bisa menghambat penyerapan zat besi, tetapi tidak dalam semua kondisi dan tidak pada semua orang.

Yang perlu dipahami, ada dua jenis zat besi dalam makanan:

  1. Zat besi heme
    • Berasal dari daging merah, ayam, ikan
    • Mudah diserap tubuh
    • Hampir tidak terpengaruh oleh teh
  2. Zat besi non-heme
    • Berasal dari tumbuhan (sayur, kacang, biji-bijian)
    • Lebih sulit diserap
    • Bisa terhambat oleh tanin dalam teh

Jadi, efek teh lebih signifikan pada makanan nabati, bukan hewani.

Seberapa Besar Pengaruhnya?

Penelitian menunjukkan:

  • Minum teh tepat setelah makan bisa menurunkan penyerapan zat besi non-heme hingga 40–60%
  • Efek ini bersifat sementara, bukan permanen
  • Tidak langsung menyebabkan anemia jika asupan zat besi harian tetap cukup

Artinya, ini bukan larangan mutlak, melainkan soal waktu dan konteks.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Minum teh setelah makan sebaiknya dibatasi bagi:

  • Penderita anemia defisiensi besi
  • Ibu hamil
  • Remaja putri
  • Vegetarian/vegan
  • Orang dengan asupan zat besi rendah

Pada kelompok ini, kebiasaan kecil bisa berdampak lebih besar.

Cara Aman Tetap Minum Teh Tanpa Mengganggu Zat Besi

Tenang—Anda tidak harus berhenti minum teh. Cukup atur strateginya:

  • ā±ļø Beri jeda 1–2 jam setelah makan sebelum minum teh
  • šŸŠ Konsumsi vitamin C (jeruk, tomat, cabai) saat makan → membantu penyerapan zat besi
  • šŸ– Kombinasikan makanan nabati dengan sumber protein hewani
  • ā˜• Batasi teh kental tepat setelah makan utama

Dengan cara ini, efek penghambatan bisa diminimalkan.

Bagaimana dengan Teh Herbal?

Sebagian besar teh herbal (tanpa daun teh):

  • Tidak mengandung tanin tinggi
  • Relatif aman dikonsumsi setelah makan

Namun tetap periksa komposisinya, karena tidak semua ā€œteh herbalā€ bebas tanin.

Kesimpulan: Mitos atau Fakta?

šŸ‘‰ Kesimpulan:
Pernyataan bahwa minum teh setelah makan menghambat penyerapan zat besi adalah FAKTA—dengan catatan tertentu.

Efeknya nyata, tetapi:

  • Terutama pada zat besi nabati
  • Tidak berdampak besar pada orang dengan asupan gizi seimbang
  • Bisa dicegah dengan pengaturan waktu dan menu makan

Kuncinya bukan melarang teh, melainkan minum teh dengan lebih bijak šŸµ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *