Sayuran yang Paling Tercemar Mikroplastik dan Risikonya bagi Konsumsi Sehari‑hari
Jakarta, 3 Februari 2026 – Partikel mikroplastik kini bukan hanya mencemari lingkungan laut dan sungai, tetapi juga memasuki meja makan melalui sayuran yang kita konsumsi setiap hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis sayuran ternyata menyerap partikel plastik berukuran sangat kecil ini dari tanah dan air, sehingga mikroplastik ikut masuk ke dalam jaringan tanaman yang akhirnya dimakan manusia.
Mikroplastik merupakan potongan plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang berasal dari degradasi plastik besar maupun produk mikro yang dilepas dari serat sintetis atau kemasan plastik. Partikel ini memasuki tanah dan air melalui limbah rumah tangga, irigasi dengan air tercemar, serta penggunaan plastik dalam praktik pertanian, termasuk mulsa plastik dan wadah penyimpanan pupuk.
Sayuran yang Rentan Tercemar Mikroplastik
Berbagai studi lingkungan menunjukkan bahwa beberapa sayuran menyerap lebih banyak mikroplastik dibandingkan yang lain. Misalnya, brokoli dan wortel termasuk di antara sayuran dengan tingkat kontaminasi mikroplastik yang tinggi. Partikel plastik ini dapat menembus akar dan menumpuk di jaringan tanaman melalui air dan tanah yang tercemar.
Para peneliti juga menemukan bahwa akar tanaman memiliki kemampuan menyerap partikel kecil ini lebih efektif dibandingkan bagian lain tanaman. Sejumlah sayuran akar seperti wortel cenderung mengakumulasi lebih banyak dibandingkan sayuran daun, tetapi bukan berarti sayuran hijau bebas dari kontaminasi.
Kontaminasi mikroplastik bahkan telah terdeteksi pada sayuran yang umumnya tumbuh di tanah terbuka maupun di rumah kaca. Sebagai contoh, saat sayuran tumbuh di tanah yang tercemar mikroplastik dari irigasi atau limbah plastik, partikel ini terbawa dan menempel pada akar maupun daun tanaman meskipun dalam kadar yang berbeda‑beda.
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Sayuran
Mikroplastik memasuki lingkungan pertanian melalui beberapa jalur. Limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik berakhir di tanah dan sungai, kemudian terurai menjadi partikel yang sangat kecil. Partikel ini bercampur dengan tanah dan air yang dipakai untuk mengairi tanaman. Ketika akar menyerap air, mikroplastik ikut terbawa dan terakumulasi di dalam jaringan tanaman.
Studi menunjukkan bahwa mikroplastik juga dapat menempel pada permukaan daun jika tanaman terpapar oleh debu plastik di lingkungan sekitar. Kontaminasi ini terutama terjadi di area urban atau dekat dengan pabrik dan pusat industri, di mana partikel plastik di udara relatif tinggi.
Potensi Dampak Kesehatan
Masuknya mikroplastik dalam rantai makanan memberikan kekhawatiran baru bagi kesehatan manusia. Meski penelitian masih berkembang, sejumlah ilmuwan menyatakan bahwa mikroplastik dapat membawa kontaminan kimia lain seperti pestisida, logam berat, dan bahan tambahan plastik yang berpotensi menimbulkan efek biologis ketika terakumulasi dalam tubuh manusia.
Partikel mikroplastik yang sangat kecil bahkan telah terdeteksi dalam organ tubuh tertentu di manusia pada penelitian terdahulu, termasuk dalam usus, darah, dan jaringan lain, walau konsekuensi jangka panjangnya masih memerlukan kajian lebih jauh.
Penelitian awal juga menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap mikroplastik dapat memicu respons inflamasi atau stres oksidatif di dalam tubuh, namun bukti ilmiah lengkap mengenai efek kesehatan kronis masih dalam proses pengembangan. Para ahli lingkungan menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara paparan mikroplastik dari makanan dengan risiko penyakit tertentu.
Cara Mengurangi Risiko Kontaminasi
Mengingat mikroplastik telah menyebar luas ke berbagai komponen makanan, para pakar menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengurangi paparan:
- Cuci sayuran secara menyeluruh sebelum dimasak atau dikonsumsi untuk menghilangkan sisa tanah dan partikel yang menempel pada permukaan.
- Pilih produsen yang menerapkan praktik pertanian bersih seperti penggunaan mulsa biodegradable dan kontrol irigasi agar tanah bebas plastik.
- Kurangi penggunaan plastik di rumah tangga dan pastikan limbah plastik dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
Meski langkah‑langkah tersebut tidak bisa sepenuhnya menghilangkan mikroplastik dari makanan, mereka dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang masuk ke tubuh.
Penutup
Kehadiran mikroplastik dalam sayuran yang kita makan menunjukkan bahwa polusi plastik telah memasuki ranah nutrisi harian manusia. Sayuran seperti brokoli dan wortel, meskipun sehat, bisa mengandung partikel plastik akibat kontaminasi lingkungan sekitar. Menyadari kondisi ini membantu masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih dan menyiapkan makanan, serta mendorong tindakan kolektif untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan pertanian dan sistem pangan secara umum.

