Insight Lokal

Fakta vs Mitos: Benarkah Kucing Bisa Melihat Hantu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

JAKARTA, kilasjurnal.id – Pernahkah Anda mengalami momen menyeramkan ini? Saat sedang bersantai di malam hari, tiba-tiba kucing kesayangan Anda berhenti bergerak. Matanya terpaku tajam menatap sudut ruangan yang kosong, telinganya bergerak-gerak waspada, atau bahkan ia mendesis ke arah tembok seolah ada “sesuatu” di sana.

Bagi banyak orang, perilaku ini sering dikaitkan dengan hal mistis. Mitos yang beredar luas menyebutkan bahwa kucing memiliki “mata batin” atau indra keenam yang mampu melihat makhluk tak kasat mata alias hantu.

Namun, sebelum Anda buru-buru membakar kemenyan atau memanggil pengusir hantu, mari kita bedah fenomena ini dari kacamata sains. Apakah benar anabul Anda melihat arwah, atau ada penjelasan logis di baliknya?

1. Mata Mereka Adalah “Kamera” Canggih

Alasan utama mengapa kucing tampak seperti melihat hantu adalah karena struktur mata mereka yang jauh berbeda dengan manusia.Image of cat eye anatomy tapetum lucidum

Getty Images

Explore

Kucing memiliki lapisan jaringan di belakang retina yang disebut Tapetum Lucidum. Lapisan ini berfungsi seperti cermin yang memantulkan cahaya kembali ke sel-sel retina. Inilah yang membuat mata kucing bersinar saat terkena lampu di malam hari.

Berkat fitur ini, kucing hanya membutuhkan seperenam dari jumlah cahaya yang dibutuhkan manusia untuk melihat. Jadi, saat mereka menatap “kegelapan”, mereka mungkin sedang melihat partikel debu yang melayang, bayangan serangga kecil, atau pantulan cahaya tipis yang sama sekali tidak bisa ditangkap oleh mata manusia.

2. Dunia Ultraviolet

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Royal Society London mengemukakan fakta mengejutkan: Kucing (dan beberapa mamalia lain) kemungkinan besar bisa melihat spektrum sinar Ultraviolet (UV).

Lensa mata manusia secara alami memblokir sinar UV, namun lensa mata kucing membiarkannya masuk. Artinya, kucing bisa melihat corak atau jejak fosfor yang tidak terlihat oleh kita. Apa yang bagi kita adalah tembok putih kosong, bagi kucing mungkin adalah kanvas penuh pola cahaya UV yang menarik perhatian.

3. Telinga Radar Ultrasonik

Selain mata, telinga kucing adalah alat deteksi super. Manusia rata-rata hanya bisa mendengar suara hingga frekuensi 20.000 Hz. Sementara itu, kucing bisa mendengar hingga 64.000 Hz.

Saat kucing Anda menatap tembok dengan intens, besar kemungkinan ia bukan melihat hantu yang menembus tembok, melainkan mendengar suara di balik tembok atau di bawah lantai.

  • Suara rayap memakan kayu.
  • Gerakan tikus di dalam plafon.
  • Aliran air di dalam pipa.
  • Langkah kaki tetangga dari jarak jauh.

Bagi kucing, suara-suara ini terdengar jelas dan memancing insting berburunya, sementara bagi kita, ruangan itu sunyi senyap.

4. Kumis Pendeteksi Angin

Kumis kucing (vibrissae) bukan sekadar hiasan. Akar kumis ini tertanam jauh di dalam kulit yang kaya akan ujung saraf. Kumis ini sangat sensitif terhadap perubahan arus udara yang paling halus sekalipun.

Jika kucing tiba-tiba kaget atau menoleh cepat, bisa jadi ia merasakan perubahan aliran udara (angin) yang lewat, yang mungkin tidak Anda rasakan.

Kesimpulan: Hantu atau Super-Senses?

Secara ilmiah, perilaku “melihat hantu” pada kucing sebenarnya adalah respons terhadap stimulus fisik yang gagal ditangkap oleh pancaindra manusia yang terbatas.

Mereka tidak sedang berinteraksi dengan dunia gaib, melainkan sedang memamerkan betapa hebatnya sensor biologis mereka. Namun, bagi Anda pencinta misteri, tidak ada salahnya tetap waspada. Siapa tahu, di antara debu dan suara ultrasonik itu, anabul Anda memang sedang menyapa “tamu” tak diundang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *