Sains

Dunia Bawah Laut Purba Jadi Kunci Bukti Peradaban Kuno yang Hilang

London — Ilmuwan dan arkeolog internasional kini fokus menelusuri jejak peradaban manusia kuno yang kini tenggelam di dasar laut, setelah perubahan permukaan air laut yang drastis terjadi ribuan tahun lalu. Penelitian ini menjadi penting karena daratan yang sekarang terendam pernah menjadi habitat komunitas manusia prasejarah yang maju dan terorganisir, serta dapat memberikan bukti baru tentang kehidupan masa lalu yang selama ini tak terdokumentasi dengan jelas.

Mengungkap Dunia Bawah Laut yang Hilang

Beberapa wilayah yang kini terendam — seperti wilayah luas Laut Utara dan Laut Baltik — dulunya merupakan dataran rendah yang dihuni manusia antara sekitar 8.000 hingga 6.000 SM. Para ahli meyakini bahwa pada masa itu, permukaan laut jauh lebih rendah daripada saat ini akibat iklim global yang berbeda. Ketika Zaman Akhir Es berakhir, perubahan iklim dan naiknya muka air laut secara bertahap menenggelamkan daratan yang subur, mengubur situs-situs pemukiman purba di bawah ratusan meter air.

Penelitian yang dikenal sebagai SUBNORDICA merupakan kolaborasi beberapa lembaga riset internasional, termasuk Pusat Penelitian Lanskap Bawah Laut Universitas Bradford (Inggris), Survei Geologi TNO Belanda, Institut Kelautan Flanders, serta Universitas York. Tim ini berupaya memetakan dan mengeksplorasi bentang alam bawah laut untuk mengungkap sisa-sisa kehidupan prasejarah yang mungkin tersimpan di sana.

“Permukaan laut global sekitar 20.000 tahun lalu diperkirakan 130 meter lebih rendah daripada saat ini, sehingga secara besar-besaran membuka ruang daratan yang kini ditutupi oleh laut,” ujar Vincent Gaffney, pemimpin riset dari Universitas Bradford. Menurut Gaffney, pemahaman tentang masyarakat yang pernah tinggal di daerah itu sangat minim — padahal, daratan tersebut merupakan wilayah yang penting dalam sejarah migrasi manusia awal.

Teknologi Canggih untuk Menyelami Masa Lalu

Karena kondisi situs sekarang berada di bawah lautan, penelitian arkeologi tradisional tak memungkinkan dilakukan secara langsung. Tim SUBNORDICA menggunakan teknologi pemetaan bawah laut terbaru, seperti sonar resolusi tinggi, sensor geofisika, dan penginderaan jauh, untuk mengidentifikasi struktur geologi serta bekas jejak pemukiman manusia. Metode ini juga memungkinkan tim mencari artefak atau pola yang mengindikasikan keberadaan sisa-sisa bangunan, jalan, atau struktur lain yang dulunya berada di permukaan.

Sebelumnya, penelitian serupa di berbagai bagian dunia telah membuktikan bahwa penemuan bawah laut sering kali membuka bab sejarah manusia yang tak terduga. Misalnya, situs kota kuno Pavlopetri di Yunani yang berusia sekitar 5.000 tahun merupakan salah satu kota tertua yang diketahui berada di bawah laut, lengkap dengan denah jalan dan struktur bangunan.

Demikian pula di pesisir Alexandria (Mesir), arkeolog pernah menemukan reruntuhan kota kuno yang terkubur di bawah Teluk Abu Qir, yang diduga berkaitan dengan pelabuhan kuno dan pusat perdagangan zaman Ptolemaik serta Romawi. Artefak seperti patung besar dan sisa bangunan telah diangkat dari dasar laut dan dipamerkan di museum lokal sebagai bukti betapa kaya sejarah kawasan ini.

Temuan-temuan semacam ini menjadi alat bukti penting bahwa peradaban manusia telah mampu membangun komunitas kompleks jauh lebih awal daripada yang banyak diperkirakan sebelumnya. Keberadaan kota bawah laut tersebut menunjukkan bahwa komunitas manusia kuno tidak hanya hidup dari berburu dan meramu, tetapi juga berinteraksi, berdagang, dan menetap di lingkungan yang sudah memiliki pola organisasional maju.

Tantangan dan Peluang Penelitian

Para peneliti mengatakan penemuan di dunia bawah laut tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan masa lalu, tetapi juga tantangan besar dalam pelestarian. Struktur bawah laut sering kali terkubur di bawah sedimen dan terendam ribuan meter air, membuat proses penggalian dan dokumentasi sulit dilakukan. Kenaikan permukaan air laut juga terus mengancam situs-situs terdekat pantai yang masih terselamatkan di pesisir.

Selain itu, penelitian dunia bawah laut juga dapat menjadi cerminan perubahan iklim di masa lalu — sebuah wawasan yang berharga bagi ilmuwan modern yang mempelajari dampak pemanasan global saat ini. Sejarah laut purba menunjukkan bagaimana perubahan iklim besar menghancurkan habitat manusia purba dan memaksa migrasi atau adaptasi.

Masa Depan Penelitian Peradaban Bawah Laut

Dunia bawah laut purba yang kini tersembunyi di bawah permukaan laut semakin disadari sebagai kunci penting untuk memahami asal-usul masyarakat manusia. Dengan kemajuan teknologi pemetaan dan eksplorasi laut, para arkeolog berharap dapat melanjutkan pencarian bukti peradaban kuno yang masih tertinggal jauh di dasar laut. Penemuan ini tidak hanya melengkapi puzzle sejarah manusia, tetapi juga memperluas pemahaman kita tentang bagaimana manusia beradaptasi dan berkembang melalui perubahan lingkungan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *