Apa Itu “Telur Tembean”
- “Telur tembean” adalah istilah di Indonesia untuk telur dari ayam kampung muda — umumnya ayam usia sekitar 4–6 bulan — sehingga ukuran telur ini relatif kecil dibanding telur kampung dewasa.
- Di beberapa wilayah, telur ini kadang dicari bukan hanya untuk konsumsi biasa, tapi juga karena muncul klaim (atau mitos) bahwa telur tembean dapat meningkatkan peluang kehamilan, atau membantu pasangan yang sedang “program hamil” (promil).
Klaim: “Telur Tembean Bisa Tingkatkan Peluang Hamil” — Benarkah?
- Banyak orang percaya bahwa karena telur tembean “unik” (berukuran kecil, dari ayam muda) maka ia punya kelebihan khusus bagi kesuburan. Kepercayaan ini menyebabkan permintaan terhadap telur tembean melonjak di beberapa area.
- Namun, menurut dokter kandungan yang dikutip dalam artikel tersebut, klaim ini tidak memiliki dasar medis yang kuat.
- Dokter menegaskan bahwa dari segi kandungan nutrisi, telur tembean tidak berbeda secara signifikan dengan telur kampung biasa — sehingga tidak ada jaminan bahwa konsumsi telur tembean bakal membuat peluang hamil meningkat.
- Kesuburan — khususnya peluang kehamilan — lebih ditentukan oleh kesehatan sel telur, kualitas sperma, serta gaya hidup pasangan (nutrisi, stres, pola hidup, pemeriksaan medis jika diperlukan), bukan karena satu jenis makanan “ajaib”.
Fakta Ilmiah: Telur & Nutrisi — Bisa Membantu, Tapi Bukan Ajaib
- Telur memang dikenal sebagai sumber nutrisi penting: protein berkualitas, vitamin (termasuk vitamin D, B12), kolin, dan lemak sehat. Asupan nutrisi yang baik ini dapat mendukung kesehatan secara umum termasuk sistem reproduksi.
- Asupan nutrisi seimbang — bersama gaya hidup sehat, olahraga, istirahat cukup — bisa membantu menjaga kualitas sel telur dan sperma, serta mendukung peluang kehamilan.
- Namun, sampai saat ini tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa ada korelasi langsung antara mengonsumsi telur — entah telur tembean, telur kampung, atau telur biasa — dan peningkatan signifikan peluang hamil.
Kesimpulan dari Pakar & Artikel
- Mitos bahwa “telur tembean bisa bikin cepat hamil” — perlu diperlakukan dengan skeptis. Klaim ini lebih bersifat kepercayaan atau tradisi, bukan hasil penelitian ilmiah.
- Konsumsi telur sebagai bagian dari pola makan seimbang bisa bermanfaat untuk kesehatan, termasuk memberi dukungan nutrisi penting.
- Tapi jika ingin meningkatkan peluang kehamilan, pasangan disarankan memperhatikan banyak faktor — tidak hanya makan tertentu: gaya hidup, kesehatan reproduksi, pemeriksaan jika perlu, nutrisi seimbang, serta istirahat dan stres.
- Untuk yang ingin program hamil (promil), lebih aman mempertimbangkan saran medis profesional ketimbang mengandalkan mitos makanan.

