Gaya HidupšŸ„ Kesehatan

Dokter Ungkap Cara Aman Olahraga Bagi Pengidap Diabetes Dan Obesitas

Jakarta, KilasJurnal.Id – Di zaman sekarang, penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi makin sering muncul. Kebanyakan dipicu gaya hidup yang kurang gerak—duduk terlalu lama, jarang olahraga, ditambah pola makan yang serba instan.

Dampaknya nggak main-main: tubuh jadi gampang lelah, produktivitas turun, bahkan bisa berujung pada masalah serius di jantung dan organ penting lainnya.

  • Cara Ampuh Mencegah Kata Dokter

Untuk mencegah hal ini, dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, M.M.R.S dari Mayapada Hospital Bandung mengatakan bahwa olahraga bisa jadi ā€œobatā€ paling ampuh.

Asal dilakukan dengan cara yang benar, terukur, dan rutin, aktivitas fisik bisa membantu mengendalikan berbagai penyakit metabolik. Mulai dari menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, menstabilkan tekanan darah, sampai meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

“Setiap pasien penyakit metabolik dapat melakukan olahraga yang aman dengan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan komprehensif, meliputi kapasitas jantung, kondisi otot, toleransi aktivitas, tes laboratorium, dan analisis komposisi tubuh. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menyusun program latihan yang sesuai, sehingga pasien dapat beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri,” kata dr. Alvin dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).

Sementara itu, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menyampaikan program olahraga bagi pasien metabolik tidak terlepas dari aspek nutrisi.

“Olahraga memang penting, tetapi harus diimbangi dengan pola makan yang tepat. Panduan gizi yang disesuaikan dengan kondisi medis dan aktivitas fisik membantu pasien memperoleh manfaat optimal dari latihan. Dengan kombinasi nutrisi dan olahraga yang seimbang, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pasien pun meningkat,” jelasnya.

  • Rata-Rata Pengidap Takut Memulai

Meski begitu, masih banyak pasien dengan penyakit metabolik yang takut atau ragu untuk mulai berolahraga karena khawatir kondisi mereka makin parah. Menanggapi hal tersebut, Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, menjelaskan bahwa pendampingan yang tepat sangat penting bagi pasien-pasien seperti ini.

“Mayapada Hospital Bandung terus menjawab tantangan gaya hidup modern dan tuntutan produktivitas tinggi yang berpengaruh pada kesehatan dan kebugaran. Kami menghadirkan layanan Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) dengan Medical Fitness Program untuk memberikan pendampingan menyeluruh dan personal, bagi penderita penyakit metabolik agar tetap bisa berolahraga secara aman dan terarah. Kami percaya, hidup sehat adalah kunci kebahagiaan, kesejahteraan, dan kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Sebagai layanan yang lengkap dan terintegrasi, SITPEC Mayapada Hospital Bandung menghadirkan tim yang terdiri dari berbagai spesialis—mulai dari dokter olahraga, ortopedi, rehab medik, gizi klinik, jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, hingga fisioterapis olahraga. Fasilitasnya juga cukup lengkap, seperti gym, pemeriksaan VOā‚‚ Max, sampai analisis komposisi tubuh, sehingga setiap pasien bisa dibuatkan program latihan yang benar-benar sesuai dengan kondisi mereka.

Masyarakat Bandung dan sekitarnya bisa memanfaatkan layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) ini untuk peningkatan kebugaran, penanganan cedera olahraga, atau pemulihan setelah cedera. Layanan serupa juga tersedia di Mayapada Hospital Jakarta (Lebak Bulus dan Kuningan) serta Tangerang. Informasi lengkapnya bisa dilihat lewat aplikasi MyCare atau dengan menghubungi call center 150770.

Selain layanan kesehatan, aplikasi MyCare juga menyediakan beragam artikel dan tips kesehatan, plus fitur Personal Health yang bisa membantu memonitor aktivitas harian seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga BMI. Cocok buat yang ingin mulai hidup lebih sehat dan terukur.

  • Kesimpulan

Penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi bisa dicegah dan dikendalikan dengan kombinasi olahraga yang tepat dan pola makan yang baik. Dengan pendampingan yang benar, pasien sebenarnya bisa tetap berolahraga dengan aman sesuai kondisi tubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *