Astronom Temukan Gas Beracun dan Mudah Meledak di Luar Angkasa
Para ilmuwan astronom internasional berhasil mendeteksi keberadaan gas Fosfin (PHā) ā dikenal sebagai gas beracun dan mudah meledak ā dalam atmosfer sebuah objek luar tata surya. Gas ini ditemukan pada objek yang dikategorikan ābrown dwarfā bernama Wolf 1130C, yang berada di jarak sekitar 54 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Cygnus.
Keunikan dan konteks ilmiah
Brown dwarf adalah objek antara bintang dan planet: terlalu besar untuk dikatakan planet biasa, namun terlalu kecil untuk mencapai reaksi fusi hidrogen seperti bintang. Wolf 1130C sendiri memiliki karakteristik kimia yang sangat rendah kadar logamnya, dan ini menjadi laboratorium alami untuk studi kimia ekstrem di luar angkasa.
Menemukan fosfin dalam kondisi ini mengejutkan karena secara teori pembentukan PHā seharusnya sangat sulit di atmosfer yang memiliki struktur seperti ini. Sebelumnya fosfin lebih sering dikaitkan dengan proses biologis di Bumi ā misalnya dari pembusukan bahan organik dalam kondisi tanpa oksigen.
Implikasi penemuan
Penemuan ini menghadirkan dua implikasi utama:
- Tantangan terhadap model kimia atmosfer luar angkasa ā para peneliti mencatat bahwa jumlah fosfin yang terdeteksi sekitar 100 bagian per miliar (ppb), suatu nilai yang cukup signifikan untuk dikonfirmasi.
- Dampak terhadap pencarian kehidupan ekstraterestrial ā karena fosfin sering dianggap sebagai ābiosignatureā atau tanda adanya aktivitas hidup di planet lain, kehadirannya di Wolf 1130C yang bukan tempat hidup seperti yang kita pahami menimbulkan pertanyaan penting: apakah fosfin selalu indikator biologis, atau bisa terbentuk melalui proses non-biologis yang ekstrem?
Bagaimana fosfin bisa terbentuk di sana?
Tim peneliti mengemukakan dua hipotesis utama:
- Kondisi kimia objek yang sangat unik ā misalnya kandungan oksigen yang rendah ā menyebabkan fosfor tidak membentuk senyawa fosfor oksida yang stabil, melainkan berikatan dengan hidrogen membentuk PHā.
- Proses kimia tekanan tinggi dalam atmosfer hydrogen-rich mungkin memungkinkan pembentukan fosfin meskipun selama ini teori menyebutkan hal itu sulit dijangkau di lingkungan semacam itu.
Kenapa penemuan ini penting bagi kita?
Walau penemuan ini tidak berarti āhidup di sanaā secara langsung, namun beberapa hal berikut menjadi penting:
- Menunjukkan bahwa alam semesta memiliki ragam kimia yang lebih kompleks dari yang diperkirakan.
- Memberi sinyal bahwa interpretasi biosignature seperti fosfin perlu lebih hati-hati ā bukan otomatis berarti organisme hidup.
- Membuka peluang untuk observasi berikutnya menggunakan instrumen seperti James Webb Space Telescope (JWST) atau teleskop inframerah lainnya untuk mencari objek serupa dan membandingkan hasil.
Tantangan ke depan
Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menentukan apakah penemuan fosfin di Wolf 1130C merupakan kasus unik atau bagian dari pola lebih luas. Dibutuhkan data tambahan dari objek lainnya agar para ilmuwan bisa menguji hipotesis pembentukan fosfin di lingkungan ekstrem.
Dari sisi teknis, observasi luar angkasa selalu menghadapi batasan resolusi, sensitivitas instrumen, dan interpretasi spektrum ā sehingga hasil ini meski sahih perlu diuji dengan metode lain.
Kesimpulan
Menemukan gas fosfin ā yang dikenal beracun dan mudah meledak ā di atmosfer Wolf 1130C adalah pengingat bahwa alam semesta menyimpan banyak misteri kimia yang belum kita pahami. Penemuan ini memperluas cakrawala pemahaman kita tentang atmosfer ekstrem dan memberi wawasan baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi. Para astronom pun harus memperbarui asumsi mereka, bahwa bukan hanya ākehidupanā yang bisa menghasilkan fosfin, melainkan kondisi alam yang ekstrem pun mungkin mampu.

