Fakta vs MitosšŸ„ Kesehatan

Fakta vs Mitos: Benarkah Intermittent Fasting Berbahaya untuk Jantung?

Metode diet intermittent fasting (IF) semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Pola makan dengan membatasi waktu makan ini dipercaya membantu menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, hingga memperbaiki metabolisme. Namun, muncul juga anggapan bahwa intermittent fasting justru bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Benarkah demikian?


Mitos: Intermittent Fasting Merusak Jantung

Sebagian orang khawatir bahwa berpuasa dalam waktu panjang dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi, melemahkan fungsi organ vital, dan pada akhirnya merusak kesehatan jantung. Kekhawatiran ini semakin menguat di kalangan masyarakat yang belum memahami mekanisme intermittent fasting secara benar.


Fakta: Efeknya Tergantung Kondisi Tubuh dan Pola yang Dijalankan

Penelitian medis sejauh ini tidak menemukan bukti kuat bahwa intermittent fasting secara langsung berbahaya untuk jantung pada orang sehat. Justru, beberapa studi menunjukkan pola makan ini bisa membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara:

  • Menurunkan berat badan dan kolesterol jahat (LDL), faktor utama pemicu penyakit jantung.
  • Mengurangi resistensi insulin, sehingga mencegah diabetes tipe 2 yang juga berhubungan erat dengan risiko jantung.
  • Mengendalikan tekanan darah, berkat perbaikan metabolisme tubuh.

Namun, efek positif ini hanya muncul bila intermittent fasting dilakukan dengan benar: memilih makanan sehat saat jam makan, cukup minum, dan tidak makan berlebihan setelah puasa.


Potensi Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski umumnya aman, intermittent fasting bisa menimbulkan risiko jika dilakukan sembarangan atau pada kelompok tertentu:

  1. Penderita penyakit jantung kronis: mereka perlu pengawasan dokter, karena perubahan pola makan drastis dapat memengaruhi ritme jantung dan tekanan darah.
  2. Orang dengan gangguan makan: puasa berkepanjangan bisa memicu kambuhnya pola makan tidak sehat.
  3. Individu dengan kebutuhan kalori tinggi: seperti atlet atau pekerja fisik, yang bisa mengalami kelelahan ekstrem jika nutrisi tidak tercukupi.

Kesimpulan

  • Mitos: Intermittent fasting pasti berbahaya untuk jantung.
  • Fakta: Bagi orang sehat, intermittent fasting justru bisa mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan berat badan, kolesterol, dan tekanan darah. Namun, pada penderita penyakit jantung kronis atau kondisi medis tertentu, IF sebaiknya dilakukan dengan pengawasan medis.

Dengan kata lain, intermittent fasting bukan musuh jantung, melainkan salah satu pola diet yang bisa bermanfaat jika dijalankan dengan bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *